PADA dasarnya, Yulandani tidak tahu menahu bahwa ia memiliki niat menjadi seorang model. Awalnya Yul hanya ingin menjadi kreator konten.
Berawal dari TikTok, seketika kontennya naik dan mendapatkan banyak viewers. Hal tersebut kemudian yang membawa penonton memadati Instagramnya. “Nah, di situlah saya naik. Dari situ saya juga ada keinginan untuk berprestasi di dunia modelling,” tutur Yulandani ketika menjadi tamu di Podcast Youtube Berita Kota Makassar, Selasa (24/8).
Pada tahun 2019 lalu, Yul mengikuti ajang Putri Sulawesi Selatan dan mendapatkan gelar Putri Persahabatan. Ia sudah aktif di dunia modelling sejak tahun 2017 setelah lulus SMA.
Setelah ajang tersebut, Yulandani sudah jarang aktif di dunia modelling. Ia hanya sesekali menerima pekerjaan. Yul mengaku lebih fokus menjadi seorang kreator konten.
Wanita kelahiran Pinrang ini membuat konten untuk akun TikToknya.
Mungkin ia termotivasi dari kalimat; Kalau kita ingin cari pasar, pasar yang terbesar itu adalah TikTok.
Yul mengaku masih fokus menaikkan followers dan viewers TikToknya sebelum bergabung ke YouTube.
Konten yang ia buat sendiri merupakan motivasi.
“Misalnya orang bertanya, kadang kan orang-orang suka curhat, kak Yul gimana sih cara menghadapi ini. Kalau orang bertanya seperti itu kadang saya jawab dengan cara saya,” jelasnya.
Lalu, dari mana inspirasi kontennya? “Kurang lebih saya seperti Sadly tapi versi ceweknya. Kan belum ada di Makassar versi ceweknya. jadi saya buat versi ceweknya,” imbuhnya.
Yul menerima pertanyaan-pertanyaan melalui chat pribadi, kemudian ia menjawab pertanyaan tersebut dengan memberi kata-kata motivasi.
Pendapatan yang ia peroleh dari menjadi konten kreator sendiri sudah lumayan menurutnya. Ia banyak menerima endorse, baik melalui TikTok ataupun Instagram.
Dengan menerima endorse, ia sering mendapatkan beragam permintaan dari kliennya. “Saya berusaha untuk menghadapi mereka sesuai permintaannya yang penting sesuai budget, why not?” tandasnya.
Selain sebagai kreator konten, Yul juga beberapa kali pernah membintangi film. Salah satunya film berjudul Badik.
Meski begitu, ia tidak menyebut dirinya sebagai seorang pemain film. “Saya bukan pemain film, cuma saya hobi menulis naskah film dan memfilmkan,” katanya merendah.
Hingga saat ini ia telah menulis empat naskah dan sudah difilmkan melalui platform YouTube Andalan Project. Di antaranya berjudul Hujanku, Selembar Kertas, Mappettuada, dan yang keempat masih sementara ia kerjakan.
Yul mengakui mendalami bakat menulisnya secara otodidak. “Mungkin karena saya suka membaca dan menonton,”
ujarnya.
Ia bahkan sudah memulis beberapa buku, namun belum berani menerbitkannya. “Memang suka sih membuat cerita. Saya buat sendiri, saya mainkan sendiri,”
cetusnya.
Bukan melalui pengalaman pribadi, ide tulisannya justru berasal dari curhatan orang-orang yang bertanya kepadanya. (pkl)

