MAKASSAR, BKM–Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) I Partai Golkar Sulsel Taufan Pawe (TP) telah menyelesaikan musyawarah daerah (musda) di 19 kabupaten/kota, sehingga masih tersisa lima daerah lagi.
Kelima daerah yang belum menggelar musda yakni Kabupaten Barru, Luwu Utara, Luwu Timur, Enrekang dan kota Parepare.
Dalam pelaksaan musda di beberapa daerah, sejumlah kader tidak menerima hasil pemilihan yang dilakukan secara aklamisi atau tanpa ada pertarungan.
Hal ini disebabkan karena pemilihan ketua diduga diselesaikan lebih awal sebelum pelaksaan tersebut dengan cara menggati Pimpinan Kecamatan (Pincam) yang tidak mengikuti arahan Pelaksana Tugas (Plt) ketua Golkar didaerah tersebut.
Protes keras mulai terjadi di Kabupaten Gowa, kemudian ricuh di Sinjai karena ada lima dari sembilan Pincam yang sempat menolak hasil Musda Golkar Sinjai. Kelimanya ialah Kecamatan Sinjai Barat, Sinjai Borong, Sinjai Timur, Pulau Sembilan dan Bulu Po’do. karena dia anggap tidak sesaui prosedur yang menetapkan Andi Kartini Ottong.
Selanjutnya kericuhan berlanjut ke Tana Toraja, dimana partai berlambang pohon beringin rindang ini diterpah angin karena ada salah satu pendukung calon ketua Golkar, Yariana Somalinggi tak menerima putusan Plt Lukman B Kady yang juga telah mengganti Pincam. Begitu pula yang terjadi di Bulukumba baru-baru ini.
Dari lima yang tersisa diprediksi ada dua kabupaten berpotensi tejadi keributan yakni Barru dan Luwu Utara. Potensi ricuh ini karena ada kader yang menilai jika Mudassir Hasri Gani orang baru di partai dan belum pernah berjuang bersama kader lainnya. Sedangkan di Luwu Utara, plt ketua Golkar Arifin Junaedi juga telah mengganti Pincam. Bisa jadi musda Golkar Lutra tanpa calon kecuali Arifin Junaedi. (rif)

