MAKASSAR, BKM — Pemerintah Kota Makassar bekerja sama Badan Intelijen Nasional Daerah (BINDa) kembali menggelar vaksinasi untuk anak sekolah khususnya para pelajar SMP. Pada Selasa (31/8), vaksinasi dilakukan pada 10 sekolah yang masuk dalam kawasan Mamajang, Mariso, dan Tamalate (Mamarita). Sebanyak 10 ribu vial vaksin tahap pertama disiapkan dengan target setiap sekolah bisa memvaksin 1.000 orang.
Wali Kota Makassar Mohammad Ramdhan Pomanto meninjau pelaksanaan vaksinasi di SMPN 24 yang berlokasi di Jalan Baji Gau. Danny mengemukakan, meski vaksin bukan jaminan atau persyaratan dibukanya pembelajaran tatap muka (PTM), tapi kita harus tetap berusaha memproteksi diri dari virus corona.
Vaksin bermanfaat membentuk antibody untuk kekebalan tubuh yang bisa melawan virus corona yang masuk ke dalam tubuh. Jika hampir semua warga yang memenuhi kriteria sudah divaksin, diharapkan bisa timbul herd imunity sehingga kasus covid-19 akan semakin berkurang.
Danny pun berjanji, jika Kota Makassar sudah masuk dalam zona kuning atau hijau, maka pihaknya segera mempersiapkan proses PTM. “Alhamdulillah, tiga hari ini kasus covid-19 di bawah 100. Kita lagi usahakan bagaimana tetap di bawah 100. Kalau itu sudah terealisasi selama dua minggu, saya yakin kita masuk zona kuning. Kita evaluasi nanti. Selanjutnya kita akan persiapkan pembelajaran tatap muka,” ungkap Danny.
Lebih jauh Danny mengatakan, menjelang PTM, pihaknya juga sudah mempersiapkan 200 ribu antigen bagi anak sekolah. Jadi seluruh siswa yang akan mengikuti PTM nantinya akan diswab terlebih dahulu. Selain itu, di setiap sekolah disiapkan Satgas Panser (Pantau Sekolah Bebas Corona) yang diambil dari tenaga pengajar yang ada.
Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pendidikan Kota Makassar Nielma Palamba, menjelaskan pelaksanaan vaksinasi di sekolah tetap mengacu pada standar operasional prosedur (SOP) Dinas Kesehatan. Secara teknis, pelaksanaan vaksinasi anak sekolah dibagi per dapil. Akan digelar sekali sepekan dengan sasaran siswa yang harus divaksin setiap minggunya sebanyak 10 ribu orang. Target pelajar yang akan divaksin secara keseluruhan sebanyak 60 ribu orang. Dia berharap vaksinasi untuk pelajar ini sudah bisa rampung secara keseluruhan di akhir September mendatang.
“Sasaran kita tiap pekan 10 ribu orang. Minggu depan kita akan lakukan lagi di dapil berbeda,” tandasnya.
Pada pelaksanaan vaksin kemarin, seorang siswi SMPN 24 bernama Chaerani pingsan usai divaksin. Chaerani yang didampingi orang ibunya kemudian dibopong masuk ke dalam kelas untuk diobservasi penyebab yang bersangkutan pingsan.
Hanya berselang beberapa menit, Chaerani siuman namun diminta.untuk beristirahat beberapa saat. Ternyata, siswi kelas VII tersebut mengaku takut dengan jarum suntik. Karena merasa sangat ketakutan ingin divaksin, diapun tidak sadarkan diri usai divaksin. (rhm)

