MAKASSAR, BKM — Direktur Jenderal Bina Pemerintahan Desa, Yusharto Yuntohung, mengatakan, fungsi posko penerapan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) yang ada di tiap desa sangat penting . Apalagi, ada empat fungsi posko PPKM di desa yakni fungsi pencegahan, fungsi penanganan, fungsi pembinaan, dan fungsi pendukung.
Olehnya itu, ia meminta agar PPKM yang ada di desa di seluruh wilayah di Sulsel dapat dijalankan sebaik mungkin.
Pengurus yang sudah ditunjuk menjadi petugas di posko PPKM, harus bisa memaksimalkan keempat fungsi tersebut untuk mempercepat penanganan covid-19 di desa.
“Kita dorong aktivitas posko PPKM di tingkat desa, untuk lebih aktif lagi menjalankan fungsi posko.Karena menjadi patokan pencapaian penanganan covid-19 di Sulsel,” ujarnya, saat ditemui di Kantor Gubernur, kemarin.
Menurutnya, Sulsel cukup berhasil menangani covid-19 di tingkat desa, karena itu, dia mengapresiasi langkah Sulsel untuk mengoptimalkan dana desa untuk penanganan covid-19.
“Secara keseluruhan sudah cukup baik terutama yang sangat mendesak itu, penanganan covid-19. Saya berterima kasih ke plt gubernur karenan telah memaksimalkan pengelolaan dana desa,” tuturnya.
Total Dana Desa yang diberikan dari pusat untuk Sulsel sebesar Rp 2,3 triliun dan selama delapan bulan sudah terealisasi 64 persen atau Rp 1,4 triliun.
“Realisasinya sudah cukup baik, bahkan sudah sampai di atas rata-rata nasional,” terang Yusharto.
Penanganan covid-19 di desa menjadi perhatian penting bagi Pemprov Sulsel, dengan anggaran 177 miliar dari dana desa tahun 2021, digunakan untuk membangun sebanyak 2. 203 posko PPKM yang telah tersebar di seluruh wilayah Sulsel, operasional relawan, pengadaan APD, pengadaan disinfektan, penyemprotan, pendirian ruang isolasi, pembelian vitamin, dan obat-obatan, bantuan sembako bagi yang isoman, pemulasaran jenazah, pengadaan westafel dan vaksinasi.
Selain itu, Rp722 miliar dana desa diturunkan untuk bantuan langsung tunai (BLT) guna membantu warga yang terdampak pandemi covid-19.
Saat ini, Wajo dan Enrekang merupakan daerah yang memiliki tingkat penyaluran BLT yang masih memproses penyaluran bantuan tersebut.
Sementara itu, Plt Gubernur Sulsel, Andi Sudirman Sulaiman, mengatakan, akan terus memantau penggunaan dana desa dengan terus berkoordinasi dengan PMD tiap desa.
“Sudah 64 persen sekarang, kita akan mendorong mendorong kegiatan rutin untuk berkoordinasi antar desa, dan tahun depan akan kita laksanakan lomba desa yang inovatif,” pungkasnya. (jun)

