NAMA lengkapnya Muhammad Nur Adi Setiawan Prabowo Muslim. Adelim adalah nama panggilannya. Ia Duta Remaja Sulawesi Selatan tahun 2021.
Even yang diikutinya diselenggarakan 23-27 Juli 2021. Adelim berbagi kisah dan pengalamannya hingga bisa meraih prestasi itu.
ADELIM hadir di studio podcast Berita Kota Makassar, Senin (6/9). Ia memakai selempang status yang disandangnya saat ini, yaitu Duta Remaja.
Selama empat hari dirinya mengikuti sejumlah rangkaian kegiatan. Mulai dari interview, pertunjukan bakat, catwalk, membahas mengenai isu-isu remaja, pemaparan project, serta materi kebudayaan.
Even Duta Temaja ini tidak bersifat universal. Ketentuan usia untuk peserta yakni 14-21 tahun. “Kebetulan saya mewakili Kota Makassar. Alhamdulillah masuk ke ke tingkat provinsi. Di provinsi jadi juara,” tuturnya.
Adelim membeberkan alasannya mengikuti ajang Duta Remaja ini. “Seperti yang kita ketahui itu kalau remaja-remaja penuh dengan insecurity. Jadi kita mesti kembangkan positif vibes, seperti mencintai diri kita sendiri, meningkatkan kepercayaan diri. Improving our skill by improving our ability.”
Itulah yang menjadi alasan mengapa Adelim mengikuti ajang tersebut.
Menurutnya, tidak ada batasan seorang pria untuk mengikuti ajang menjadi seorang duta.
Sebelum menjadi Duta Remaja Sulawesi Selatan, Adelim pernah mewakili Makassar sebagai Duta Wisata Sulawesi Selatan tahun 2020.
Adelim juga merupakan ketua tingkat di Jurusan Komunikasi Bisnis Internasional Universitas Bosowa. Ia juga melakukan advokasi di Duta Wisata dan menjalankan vlog, seperti meningkatkan sektor pariwisata.
“Seperti yang kita ketahui, corona virus makes us do nothing. Jadi saya pikir sosial media benar-benar bisa meningkatkan sektor pariwisata. Orang-orang dapat melihat sektor-sektor pariwisata apa saja yang ada di Sulawesi Selatan,” terangnya.
Dalam statusnya sebagai Duta Remaja saat ini, Adelim baru saja menjalankan advokasi dengan membuat kampanye. Kampanyenya bertepatan dengan peringatan Hari Remaja nasional dan internasional. Semua Duta Remaja Sulsel membuat video kampanye lalu kemudian digabung.
Dengan banyaknya kegiatan yang Adelim lakoni, bagaimana ia bisa mengatur waktunya? ”Kebetulan untuk Duta Remaja ini ada spacenya. Ada pembatasan jam pelaksanaan. Pelaksanaannya dari pukul 7 pagi sampai jam 4 sore. Kebetulan jam kuliah saya bisa kami atur. Kebetulan juga kami sedikit, hanya ada enam orang. Karena itu Adelim dapat mengajukan permohonan untuk memajukan atau memundurkan jadwal pelaksanaan perkuliahan,” ungkapnya.
Menurutnya, untuk keseimbangan, kuliah tidak boleh ditinggalkan. “Because i think study is really important than anything,” katanya dalam bahasa Inggris.
Komunitas Duta Remaja rupanya masih baru. Angkatan 2021 merupakan yang pertama.
“Foundernya sekarang tinggal di Toraja, namanya Kak Putra. Ia mungkin ingin membentuk komunitas atau organisasi pemilihan Duta Remaja demi menyeimbangkan atau memperlihatkan bakat dan kemampuan kita,” jelasnya.
Kak Putra, seperti yang disebutkan Adelim, membentuk Duta Remaja ini dari hal-hal kecil, seperti wawancara online. Kemudian dikompetisikan ke tingkat provinsi.
Lantas, apa yang dilakukan Adelim agar dapat meraih peringkat satu Duta Remaja Sulawesi Selatan 2021? “Yang pastinya kita harus percaya diri. Don’t compare yourself to another people because the best thing to improving yourself is be confident,” katanya.
Menurutnya, kalau kita sudah percaya diri, otomatis orang-orang akan tahu bahwa kita mempunyai kemampuan dan nilai tersendiri.
Hal itu ditunjukkannya pada malam pertunjukan bakat, Adelim tampil dengan bakat menari (dance).
Pada saat grand final, para peserta diperkenankan menyampaikan orasi-orasi sebagai resolusi yang akan dilaksanakan jika terpilih menjadi juara.
Ia mengangkat isu mengenai insecurity, membangun skill dan our ability. Topik ini selaras dengan permasalahan yang dihadapi remaja sekarang ini.
Dia lalu berpesan agar remaja-remaja tidak perlu merasa insecure (tidak percaya diri), karena cara untuk menunjukkan bakat dan kemampuan diri adalah dengan percaya diri. “Semoga kita dapat menerima kekurangan dan kelebihan diri masing-masing. Karena orang yang paling mengerti kita adalah diri kita sendiri,” tandasnya. (pkl)

