MAKASSAR, BKM — Berbagai masalah melingkupi tata kelola Badan Usaha Milik Desa (BUMDes). Di antaranya kredit macet, kurangnya koordinasi kepala desa sebagai pengawas, dan partisipasi masyarakat belum optimal. Hal itu menjadi alasan bagi Irmawanty Tahir untuk mencari solusi pemecahan sebagai bentuk implementasi prinsip Good Coorporate Governance (GCP) dalam tata kelola BUMDes di Kabupaten Takalar.
Hasil kajian Kepala Seksi (Kasi) Pengolahan Arsip Statis dan Dinamis Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Takalar ini dipertahankan di depan tim penguji, dengan judul disertasi Implementasi Prinsip Good Coorporate Governance (GCG) dalam Tata Kelola Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) di Kabupaten Takalar pada Selasa, 14 September 2021 di Aula Lantai 5 Program Pascasarjana Universitas Negeri Makassar (PPs UNM).
Sidang ujian promosi doktor dipimpin Prof. Dr. Anshari,M.Hum., dengan anggota Prof.Dr. Chalid Imran Musa,M.Si., Prof.Dr. Rifdan, M.Si., Prof. Dr. Manan Sailan, M.Hum., dan Dr. Sulaiman Fattah, M.Si.
Mantan lurah Bajeng tahun 2014 ini mengemukakan temuan penelitian bahwa pertama, implementasi prinsip GCG dalam tata kelola BUMDes di Kabupaten Takalar belum sepenuhnya menganut konsep transparansi, akuntabel, responsibility, independency, dan fairness. Kedua, faktor determinan dalam mengimplementasikan prinsip GCG dalam tata kelola BUMDes dipengaruhi oleh kualitas sumber daya manusia, potensi sumber daya alam, dukungan pemerintah, dan partisipasi masyarakat. Ketiga, sebagai kebaruan (novelty), menghasilkan prototipe model PAKAKASA dalam wujud penguatan kelembagaan, penguatan kapasitas, dan penguatan pasar.
Seusai menjawab bantahan, klarifikasi, dan sanggahan dari tim penguji, mantan kepala Bidang UMKM Dinas Koperasi Kabupaten Takalar (2019) dinyatakan lulus dengan memeroleh IPK 3,92 atau predikat kelulusan sangat memuaskan. Irmawanti Tahir menjadi alumni doktor ke-966 PPs UNM dan ke-350 Prodi S-3 Ilmu Administrasi Publik.
Bupati Takalar periode 2014-2019, Dr. Burhanuddin Baharuddin,M.Si., dalam pidato testimoninya menyatakan riset disertasi Irmawanti Tahir sangat bermanfaat dalam menata penggunaan dana desa, terutama pengelolaan BUMDes. Menurutnya, banyak BUMDes di Takalar bermasalah sebagaimana diungkap dalam disertasi ini. ”Karena itu, gagasan disertasi sangat penting diimplementasikan,” ujarnya.
Hal senada diungkap Ketua Prodi S-3 Ilmu Administrasi Publik Prof.Dr. Rifdan, M.Si. Menurutnya, apa yang menjadi temuan kebaruan disertasi ini akan berdampak bagi usaha menata kelola BUMDes sehingga berjalan dengan baik sesuai dengan prinsip good coorporate governance.
“Tiga penguatan yang dihasilkan berupa kelembagaan, kapasitas, dan pasar sebagai solusi cerdas dalam pemberdayaan dan pengelolaan BUMDes yang selalu menimbulkan banyak masalah, terutama dalam pengelolaan keuangan, pengawasan kepala desa, dan partisipasi masyarakat. BUMDes adalah lembaga pelayanan publik yang perlu dikelola secara profesional,” tegas Guru Besar FIS UNM ini. (rls)

