LUWU TIMUR–Pelaksanaan musyawarah daerah (musda) Partai Golkar di Kabupaten Luwu Timur yang berahir ricuh pada Selasa (21/9), kemungkinan besar akan dilanjutkan di Kota Makassar.
Pada musda yang digelar di Hotel Sikumbang, Luwu Timur dibuka oleh Ketua DPD I Partai Golkar Taufan Pawe (TP) yang dihadiri pengurus Golkar Sulsel akhinya ditunda.
Wakil ketua DPD I Golkar Sulsel Arfandi Idris mengaku bila kericuhan pada musda merupakan hal yang biasa terjadi.
“Biasalah dinamika Partai Golkar. Ada beberapa hal yang kader mempertanyakan, namun belum sempat di jawab beberapa kader itu masuk keruang sidang akhirnya ricuh sehingga pesindangan pendahuluan tidak bisa dilanjutkan,”ujar Arfandi Idris, Rabu (22/9).
Meski ditunda, namun Arfandi yang juga anggota Fraksi Golkar DPRD Sulsel ini belum memberikan kepastian apakah pelaksanaan musda nanti akan dipindahkan ke Kota Makassar atau tetap di Luwu Timur.
Seperti diberitakan koran ini sebelumnya, kericuhan dalam ruang musda, membuat sejumlah kader mendesak panitia agar menunda musda tersebut karena merugikan sejumlah kader dan pengurus lain di Luwu Timur.
“Musda ini ditunda, untuk waktunya belum ditentukan, ada sejumlah pengurus atau kader yang diberhentikan secara tiba-tiba, jadi ini kita koordinasikan ke DPD tingkat I dan resmi musda ini ditunda,”ujar Chaedir Ketua Panitia Musda Golkar.
Usai diumumkan musda ditunda, puluhan kader menyambut dengan sorakan lalu membubarkan diri.
Ketua Golkar Sulsel TP mengatakan bahwa, dari beberapa DPD II yang menyelenggarakan musda, Kabupaten Enrekang yang paling aman tanpa riak.
“Kita harus bersyukur kepad Allah SWT, proses pelaksanaan musda di Enrekang ini saya anggap semua kader dan sahabat itu saya adalah politikus santun tidak ada riak-riak ini yang paling aman,”kata TP.
Ia mengatakan,walau dalam musda tersebut ada dinamika salah satunya beberapa pincam ingin mengundurkan diri sebagai kader Golkar jika hasil musda X tahun 2021 bukan Muslimin Bando (MB) jadi ketua Golkar Enrekang.
Namun, kondisi seperti tersebut wajar terjadi sebagai partai yang besar. Dinamika tersebut yang terjadi dalam Partai Golkar Enrekang, menurut TP masih dalam batas batas normal dan terkendali.
“Yang namanya Partai Golkar wajar jika ada dinamika didalamya. Ada yang berpendapat bahwa kalau bukan bapak Muslimin Bando yang ketua hasil musda, kami tinggalkan Partai Golkar. Kondisi ini adalah kondisi rasionalitas masih berda pada tatanan wajar karena kecintaanya pada partai Golkar,”jelas TP.
Sebelumnya, Golkar Enrekang tarancam gaduh lantaran adanya ancaman pimpinan kecamatan (pincam) Golkar di Enrekang yang siap mundur manakala bukan MB yang kembali menahkodai partai besutan Airlangga Hartarto di Bumi Massenrempulu.
Seperti diketahui, MB yang juga Bupati Enrekang terpilih sebagai ketua DPD II Partai Golkar Enrekang untuk periode kedua dalam musda ke X yang gelar di Resting House Bamba Puang,Anggeraja-Enrekang,Senin (20/9).
Terpilihnya MB setelah mengantongi diskresi karena memiliki tali kekeluargaan dengan politisi dari Partai Amanat Nasional (PAN),namun MB juga mendapat dukungan pemilik suara yang berasal dari pimpinan kecamatan (pincam) yang ada di Enrekang sehingga dinyatakan terpilih secara aklamsi tanpa riak. (rif)

