pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken
pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken

Di Awal Pandemi Bisa Mengantongi Keuntungan Rp7 Juta per Hari

Lina Pedagang Bunga di Jalan Hertasning (1)

DI AWAL pandemi covid-19 melanda Indonesia tahun 2020, masyarakat mulai terdampak dalam hal ekonomi. Belum lagi, kebijakan lockdown membuat sebagian masyarakat kehilangan lapangan kerja. Meski begitu ada saja yang diuntungkan dalam kondisi pandemi, seperti Lina penjual bunga di Jalan Hertasning.

Laporan: FAJRIANI

Pada saat itu, penjual tanaman seperti Lina, mengaku kaget karena rezeki datang begitu besar. Berbagai bunga yang ia pasarkan semuanya hampir laku terjual. Seakan bunga menjadi santapan hangat untuk masyarakat yang lockdown pada kala itu.
Tapi setahun kemudian, suasana itu tidak terlalu tampak lagi. Masyarakat mulai jenuh “mengejar” dan mengoleksi bunga, seakan pengejaran bunga tak berjalan lama.
Saat penulis menyambangi usaha bunga milik Lina, semerbak wangi bunga mulai tercium di depan usahanya. Setiap pengunjung dimanjakan dengan warna-warni berbagai macam kembang yang ditawarkan olehnya.
Lina mengaku, penjualan bunga mulai layu sejak pembatasan sosial akibat pandemi covid-19. Pengunjung yang menyambangi usaha bunganyapun berkurang secara drastis.
Ia menjelaskan di awal pandemi masyarakat yang dilockdown kebingungan, sehingga membuat banyaknya antusias pembeli tanaman di awal masa pandemi. Tapi lewat setahun, antusiasme masyarakat pecinta bunga mulai menurun.
Dalam usahanya ia menjual berbagai jenis bunga diantaranya, aglo, anggrek, lavender, mawar, kembang sepatu, bunga lombok, kaktus, dan masih banyak lagi. “Kadang-kadang juga orang beli banyak jenis bunga, satu orang kadang beli sebanyak dua juta dengan berbagai jenis bunga, dan yang paling rendah itu lima ratus. Sehari kadang kita bisa dapat Rp7 juta,” lanjutnya.
Jenis bunga yang ia jual sebagian berasal dari Malino dan juga ada yang di pesan langsung dari Jawa sehingga harga penjualan berbeda beda tergantung berapa ongkir yang didapat. Harga bunga yang di tawarkan oleh Toko bunga Flower Lina ini mulai dari harga 10 ribu hingga yang paling mahal 700 ribu.
“Disini kita jual bunga asal sudah kembali modal dan di tambah ongkos kirimnya berapa, misal harga bunga yang di tempati pesan 50 ribu, ongkirnya 20 ribu jadi kita jual dsini 100 ribu, belum juga harus di rawat kalau sudah sampai disini bunganya. Tapi saat ini mulai menurun,” jelas ibu ber anak dua tersebut. (*)

Selain bunga ia juga menjual pot bunga plastik harganya juga berbeda beda mulai dari 10 ribu sampai 60 ribu, “jadi orang biasa beli bunga, cari juga pot, jadi kita sediakan pot pot yang menarik perhatian pembeli, hitung hitung tambahan”, Terangnya.

Saat ini penjualannya mulai menurun sampai 500 namun tetap ada orang yang membeli, apalagi yang hobby memelihara bunga bungaan pasti suka dengan jenis bunga yang baru. Jadi trend menanam bungan dulu pernah viral, namun sekarang sudah mulai hilang dan mempengaruhi penjualan terhadap penjual bunga yang menurun drastis.

Harapannya semoga pandemi ini segera berakhir dan pemerintah lebih memperhatikan UMKM yang ada di makassar terutama para pedagang bunga yang hanya musiman saja.



×


Di Awal Pandemi Bisa Mengantongi Keuntungan Rp7 Juta per Hari

Bagikan artikel ini melalui

atau copy link