MAKASSAR, BKM — Anggota Komite Pengawas Satgas PON Sulsel, Ariady Arsal, memberikan respon dan penjelasan atas pernyataan Ketua AFP Sulsel, Ahmad Susanto yang menyebutkan kegagalan tim Futsal Sulsel di PON XX di Papua, tidak lepas dari minimnya kontribusi dari Satgas PON dan Dispora Sulsel serta AFP tidak dilibatkan sejak awal termasuk dalam pergantian pemain.
“Terkait pernyataan tersebut, kami sampaikan bahwa satgas sudah bekerja maksimal mendukung persiapan atlet sejak fasilitasi latihan di GOR Susianh hingga TC di hotel Harper selama sebulan penuh. Bahwa tim Futsal yang bertanding ke Papua bukanlah murni yang lolos Pra-PON. Bahkan ada empat orang yang bertanding merupakan pemain baru justru atas pergantian dari AFP,” kata Ariady Arsal pada siaran persnya. Kamis (30/9).
Ia melanjutkan, bahwa berdasarkan laporan dari Binpres KONI ke Satgas, AFP ingin melakukan pergantian seluruh pemain. Hal yang tidak mungkin dilakukan. Sebab, seharusnya yang berangkat bertanding di Papua adalah tim yang lolos Pra-PON.
Selain itu, terdapat satu pemain andalan Futsal yang murni hasil Pra-PON yang tidak dapat berangkat bertanding di Papua karena positif covid-19 saat tes swab sebelum keberangkatan.
Atas perjuangan tim futsal Sulsel yang bertanding dengan luar biasa dan maksimal, Ariady Arsal memberikan apresiasi. “Tim Futsal kita sudah berusaha maksimal bertanding.Perjuangan seluruh atlet yang telah maksimal tentu harus dihargai,” tambahnya.
Diketahui perjuangan tim Futsal Sulsel terhenti. Ini setelah tim Futsal Jawa Timur berhasil menaklukkan pemuncak klasemen Jawa Barat pada laga pamungkas grup B. Jatim unggul tipis dengan skor 4-3, sebelumnya Sulsel pada laga terakhir mengalahkan tim Futsal Banten dengan skor 5-2. Jatim memperoleh poin 8 sedangkan Sulsel dengan poin 7. Dengan hasil tersebut Jatim secara otomatis lolos ke babak semifinal dan menghentikan Sulsel.
Ariady menjelaskan, Tim Fustal Sulsel pada pertandingan pertama saat berhadapan Jawa Timur gagal menang saat menit terakhir hingga kebobolan dua gol. Selain itu Tim Jawa Timur juga berhasil menang melawan Jawa Barat dengan skor 4-3. Hasil ini menyebabkan Tim Jawa Timur lolos mendampingi Jawa Barat ke Semifinal.
Tidak lolosnya tim Sulsel, karena draw dengan Jawa Timur dan kalah dari Jawa Barat sebagai dua tim teratas.
“Perjuangan perlu dihargai dan tetap menjunjung nilai sportivitas, tidak dengan melemparkan kesalahan ke pihak lain,” sebutnya.
Ia pun berharap, hasil ini menjadi bahan evaluasi untuk perbaikan pada masa yang akan datang.
Sementara itu, menurut mantan atlet nasional Aswan Ali dukungan dari Dispora Sulsel sudah maksimal. Demikian juga dengan atlet telah berlatih dengan maksimal. Bahkan GOR Sudiang dikhususkan untuk Futsal. Persiapan terakhir dengan training camp (TC) full satu bulan di Hotel Harper.
Adapun kekalahan di dalam kompetisi sebaiknya dilihat dari sisi teknis, sekalipun non-teknis dapat mempengaruhi penampilan sebuah tim.
“Baik atau buruknya penampilan teknik dan strategi tim menjadi tanggung jawab seluruh tim, baik itu manajer, pelatih, dan assisten pelatih. Tidak perlu menyalahkan siapa-siapa. Sebagai pengurus atau olahragawan sejati harus bangga dengan usaha maksimal atlet dan timnya,” ujarnya.(jun)

