MAKASSAR, BKM — Direktur Jenderal (Dirjen) Vokasi Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbud Ristek) Wikan Sakarinto berkunjung ke kampus Politeknik Maritim (Polimarim) AMI Makassar, Kamis (14/10). Bersama Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDikti) Wilayah IX Sulawesi Prof Dr Jasruddin dan Direktur Polimarim Amrin A Rani, Wikan melihat fasilitas alat praktik yang ada di kampus ini.
Usai peninjauan, ia memberi pengarahan di depan civitas akademi di Aula Polimarim AMI. Wikan memberi apresiasi dengan apa yang telah dilakukan manajemen kampus selama ini.
”Dalam peninjauan lab, saya mendapat penjelasan dari dua orang kapten perempuan. Mereka hebat. Mampu mengajar cara mengoperasikan kapal tanker,” ujar Wikan.
Dia menyebut, Polimarim AMI memiliki banyak tenaga pengajar yang merupakan praktisi. Selain itu, magangnya satu tahun di kapal niaga yang asli. Dalam rentang waktu itu, mereka mendapatkan 16-20 kompetensi. Sertifikat kompetensinya diakui internasional.

”Hal ini sudah sesuai konsep link and match. Alumni kampus ini langsung bisa bekerja di perusahaan pelayaran Korea dan ditempatkan di Amsterdam. Dengan ijazah dan sertifikat yang dimiliki, menandakan alumni diakui. Gajinya bahkan bisa mencapai Rp75 per bulan. Itu lebih besar dari gaji seorang professor. Tingkat serapan alumni di dunia kerja juga cukup tinggi,” terang Wikan.
Melihat kondisi politeknik seperti ini, Wikan mengaku punya harapan besar. Diapun ingin politeknik serta perguruan tinggi yang punya vokasi bisa mengikuti Polimarim AMI Makassar. Peralatannya benar-benar ril seperti di kapal, dan harganya sangat mahal. Bahkan pihak yayasan telah mengalokasikan investasi hingga mencapai ratusan miliar.
Wikan juga berjanji untuk mengalokasikan anggaran program hibah kepada Polimarim AMI. Termasuk insentif, pengiriman mahasiswa keluar negeri, magang serta sertifikasi dosen. Melalui merdeka belajar kampus merdeka tersedia banyak program untuk perguruan tinggi vokasi dan SMK di Indonesia.
Sebelumnya, Direktur Polimarim AMI Amrin A Rani dalam sambutannya, menegaskan bahwa kampus yang dipimpinnya fokus pada pengembangan vokasi. Karena itu pihaknya berkomitmen untuk menghadirkan peralatan dan sumber daya dosen sesuai yang dibutuhkan.
”Alumni kami ada yang sudah bekerja sebelum diwisuda, baik di dalam maupun luar negeri. Mereka memang kita bekali dengan keterampilan dan kompetensi yang dibutuhkan dunia usaha,” kata Amrin.
Di bagian lain, Amrin menyebut kalau Wikan merupakan dirjen yang pertama kali berkunjung sejak kampus ini ada. Diapun berharap Dirjen Vokasi memberi perhatian kepada Polimarim AMI.
Kepala LLDikti Prof Dr Jasruddin, mengaku sengaja mengajak Dirjen Vokasi berkunjung ke Polimarim agar bukan hanya dirinya yang bisa menyaksikan peralatan lengkap di kampus ini. ”Biar Pak Dirjen juga melihatnya secara langsung,” ujarnya. (*/rus)

