pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken
pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken

Firdaus: Harus Fokus Mengurai Konflik Internal

PENGAMAT komunikasi politik dari UIN Alauddin Makassar Dr Firdaus Muhammad mengingatkan bahwa TP harus fokus mengurai konflik internal Golkar jika tidak, maka TP bakal terganggu untuk majukan partai, juga peluangnya maju pilgub terpengaruh.

Hal sama dilontarkan pengamat politik dari Unibos Dr Arief Wicaksono. Menurut Arief, TP harus membuktikan dirinya sebagai tokoh yang punya leadership yang mumpuni, untuk semua kader di semua tingkatan. “Memang, tidak semua pihak bisa dipuaskan dalam sebuah organisasi, akan tetapi seorang ketua Golkar Sulsel seperti pak TP, pastinya harus sudah punya solusi atas beberapa kisruh di DPD II, atau minimal sudah punya pemetaan yang cukup baik secara internal, sebagai panduan untuk dapat membangun komunikasi politik yang lebih inklusif dan terbuka. Jika tidak, bisa jadi selama periode kepengurusan pak TP, akan direcoki oleh berbagi masalah, baik yang laten, maupun yang manifest. Dan itu pasti akan sangat mengganggu, sehingga muaranya, target-target Golkar Sulsel maupun Golkar Kabupaten/Kota, tidak dapat tercapai,”pungkasnya.

Sementara itu, pengamat politik dari Unismuh Makassar Dr Luhur A Prianto menilai jika situasi pra-musda dan musda tidak selalu menggambarkan soliditas dan dukungan yang sesungguhnya. Pengelolaan hubungan DPP, DPD 1, dan DPD II pasca musda, justru jauh lebih penting. Apakah ketua-ketua DPD II yang terpilih itu betul-betul loyal, total dan memiliki kesamaan agenda ketua DPD 1 ? Indikatornya minimal kehadiran dan respon atas agenda-agenda yang dilaksanakan oleh pengurus DPD 1. “Artinya ada kesamaan antara pernyataan dan perbuatan, tidak sebaiknya.
Sekarang ini sudah sulit mengidentifikasi apa yang di maksud sebagai tujuan dan cita-cita partai. Yang ada adalah tujuan pribadi dan kelompok elit yang dilembagakan partai,”jelas Luhur A Prianto, Kamis (14/10).
Untuk itu, dengan daya tarik elektoral yang di miliki, sebenarnya pemimpin partai Golkar sangat memungkinkan perilaku rational choice. Artinya ketua-ketua DPD II hanya menjadikan partai sebagai kendaraan untuk kepentingan pribadi dan kelompok, yang berbeda dengan tujuan pribadi dan kelompok pada elit DPD 1.
“Semua akan menjadi jelas pada momen Pileg dan Pilpres 2024 nanti. Ke arah manakah dukungan dan sumberdaya ketua-ketua DPD II itu di arahkan,”ucap Luhur. (rif)



×


Firdaus: Harus Fokus Mengurai Konflik Internal

Bagikan artikel ini melalui

atau copy link