MAKASSAR, BKM — Pengisian jabatan yang lowong di lingkup Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar melalui mekanisme lelang jabatan hingga saat ini belum dilakukan.
Pasalnya, belum ada lampu hijau atau rekomendasi yang diberikan oleh Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN). Padahal usul untuk melaksanakan lelang sudah diajukan cukup lama.
Usulan lelang untuk 24 jabatan yang lowong di Pemerintah Kota Makassar tertuang dalam surat wali kota Makassar dengan nomor: 821/4886/BKPSDM/VII/2021 tertanggal 30 Juli 2021 telah diajukan untuk dilelang.
Kepala Badan Kepegawaian dan Pengelolaan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Makassar, Andi Siswanta Attas, mengatakan, sejauh ini, pihaknya masih menunggu persetujuan dari KASN.
“Kita masih menunggu rekomendasi. Pihak KASN terakhir memint data jabatan kosong yang akan dilelang,” ungkap lelaki yang akrab disapa Wanta tersebut.
Dia menambahkan, proses lelang jabatan harus dilaksanakan sesegera mungkin untuk memaksimalkan pelayanan birokrasi. Seperti diketahui, ada 24 jabatan eselon II saat ini yang kosong.
“Kami menargetkan lelang jabatan eselon II rampung tahun ini,” ungkap Wanta.
Kendati belum ada rekomendasi yang diturunkan KASN, namun Pemkot Makassar sudah mempersiapkan teknis pelaksanaan Lelang Jabatan.
Dia menjelaskan, ada dua bentuk pansel
yang akan dibentuk nantinya. Yakni pansel khusus untuk lelang yang berkaitan dengan jabatan sektor keuangan dan pendapatan serta pansel untuk jabatan non pendapatan.
Adapun yang masuk kelompok keuangan yakni Inspektorat, BPKAD, Bapenda, PTSP, Bappeda dan Pekerjaan Umum (PU). Sedangkan, 18 jabatan eselon II yang lowong lainnya masuk sektor pelayanan.
Selain itu, Pemkot Makassar juga sudah menetapkan Universitas Hasanuddin (Unhas) sebagai lokasi assesment nantinya.
“Kami akan bersurat ke BKN untuk menyampaikan assement rencananya akan digunakan di Unhas,” ungkap Wanta.(rhm)

