MAKASSAR, BKM — Pemerintah Kota Makassar akan melakukan simulasi Pembelajaran Tatap Muka (PTM) untuk jenjang sekolah dasar (SD) pada Kamis (4/11) pekan ini. Keputusan tersebut didasari oleh kasus covid-19 yang kian menurun. Selain itu, hasil evaluasi proses PTM jenjang SMP yang dilakukan selama beberapa pekan, tidak ditemukan persoalan dan kendala berarti.
“Setelah kita evaluasi proses pembelajaran tatap muka SMP, tidak ditemukan persoalan. Lancar-lancar saja sehingga diputuskan agar PTM juga dilakukan untuk jenjang SD,” ungkap Pelaksana Tugas (Plt Kepala Dinas Pendidikan Makassar, Nielma Palamba.
Dia menjelaskan, tim dari Disdik Makassar sudah melakukan proses verifikasi faktual terhadap SD yang mengajukan proses PTM. Rencananya, untuk tahap pertama, kata Nielma, akan dipilih lima sekolah untuk setiap kecamatan mengikuti simulasi PTM ini.
“Jadi untuk tahap pertama, dipilih lima sekolah, tiga sekolah negeri dan dua sekolah swasta di setiap kecamatan. Itu di luar Kecamatan Sangkarrang yang sudah melakukan PTM terlebih dahulu,” jelas Nielma.
Dia mengatakan, rencananya SD yang akan mengikuti PTM tahap pertama akan ditetapkan hari ini, Senin (1/11). Sekolah akan dipilih berdasarkan kondisi kesiapan protokol kesehatan. Untuk pelaksanaannya, persetujuan orang tua sangat penting dalam mengikutsertakan anaknya dalam proses PTM.
Sementara itu, Sekretaris Dinas Pendidikan Makassar, Amalia Malik menjelaskan, mekanisme PTM untuk peserta didik SD tidak jauh beda dengan PTM SMP. “Persyaratan utama adalah persetujuan dari orang tua. Selain itu, jumlah siswa akan dibatasi 50 persen dari kapasitas. Mereka akan mengikuti kelas tatap muka secara bergantian,” kata Amalia.
Yang jadi perbedaan hanya karena peserta didik jenjang SD yang berusia 12 tahun ke bawah tidak wajib vaksin. “Aktivitas di sekolah harus mengacu pada protokol kesehatan yang ketat. Mereka juga harus dites antigen sebelum melalui proses pembelajaran,” ungkap Amalia.
Untuk tahap awal ini, kata dia, PTM akan diujicobakan terhadap murid kelas 5 dan 6. Alasannya, agar pengawasan lebih mudah dan mereka lebih memahami disiplin dalam menerapkan protokol kesehatan.
“Kami sangat berhati-hati menjalankan simulasi di tingkatan SD. Makanya, murid yang lebih tua, akan didahulukan untuk menjalani simulasi tersebut. Untuk kelas 1 dan 2 prosesnya agak rawan,” ungkap Amalia.
Proses PTM ini akan dilaksanakan secara bertahap hingga seluruh SD di Makassar secara keseluruhan bisa melaksanakan pembelajaran offline.
Total SD Negeri di Makassar saat ini sebanyak 314 sekolah dengan jumlah siswa 104.960 anak didik sementara untuk SD swasta ada 142 sekolah dengan siswa 29.825 siswa.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Makassar, Nursaidah mengatakan pihaknya siap melakukan antigen bagi seluruh siswa SD di Makassar. Antigen sebagai hal yang wajib sebelum dimulainya pembelajaran tatap muka. “Sangat siap, siap pokoknya berapapun dibutuhkan untuk tes antigen kami siap dan ada, kita dukung upaya Diknas jika ingin PTM asalkan sesuai prokes,” katanya. (rhm)

