GOWA, BKM — Hujan deras disertai angin kencang dan petir terjadi, Kamis (4/11) pukul 15.30 Wita. Akibatnya, jendela kaca Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Syekh Yusuf yang ada di lantai lima dan enam terlepas lalu ambruk ke lantai, menimpa meja kerja pegawai di bagian nurse station.
endela kaca yang berada di bagian selatan gedung lantai tujuh rumkit ini, terlepas dari dinding tembok. Sementara ruangan kosong di lantai enam plafonnya dijebol angin, sehingga air hujan menerobos masuk.
Humas RSUD Syekh Yusuf Dr Muh Taslim yang dikonfirmasi, membenarkan peristiwa tersebut. Kejadian ini sempat membuat panik para pegawai rumah sakit. Apalagi lantai lima dan enam merupakan ruang perawatan VIP dan anak.
“Saat hujan deras dan petir menyambar terlihat jelas, dan tiba-tiba jendela ambruk. Para pegawai panik berlarian. Alhamdulillah, tidak ada korban luka berat maupun korban jiwa. Ada satu staf di nurse station yang sempat terkena serpihan kaca, tapi tidak terlalu berat dan sudah diobati,” jelas Dr Muh Taslim.
Diakuinya, terjangan angin sangat kencang dalam hitungan setengah jam tersebut. Para pegawai di lantai lima dan enam berusaha melarikan diri, sebab tiupan angin yang sangat kencang membuat getaran keras.
Sementara di halaman rumah sakit, tepatnya di dekat gedung radiologi dan laboratorium, sebatang pohon besar yang sudah lama tumbuh ikut tumbang. Pohon ini menimpa selasar rumkit. Tepatnya atap jalan setapak dalam kawasan rumkit.
“Iya, ada juga satu pohon di halaman tumbang dan menimpa selasar yang berada di dekat laboratorium dan radiologi. Tapi Alhamdulilah tidak ada korban tertimpa,” tambah Dr Muh Taslim.
Sementara itu, pantauan BKM pascaangin kencang dan hujan deras di wilayah Gowa, terdapat sejumlah pohon tumbang di pinggir jalan. Salah satunya adalah di poros Pallangga sebelum jembatan kembar. Pohon besar ini tumbang melintang, namun tidak ada korban.
Selain pohon tumbang, hujan yang turun deras membuat genangan di mana-mana. Seperti di poros Jalan Yusuf Bauty di sekitar perumahan warga dekat kompleks elite Citra Garden, Kecamatan Somba Opu. Beberapa rumah di Jalan Bontote’ne, Kelurahan Bontomanai, Kecamatan Bontomarannu juga tergenang air. Namun, genangan tersebut cepat surut kembali setelah hujan berhenti pada pukul 17.00 Wita.
“Kalau hujan turun deras, pasti rumah kami disini akan kebanjiran. Air masuk karena selokan penuh. Tapi sekarang air sudah surut kembali. Semoga cuaca hari ini dan besok-besok tidak lagi separah tadi,” kata Nirmala Dg Ngasseng, warga Jalan Bontote’ne, Kelurahan Bontomanai.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Gowa Ikhsan Parawansa, mengimbau masyarakat di daerah ini agar senantiasa waspada dengan cuaca ekstrem yang saat ini melanda wilayah Gowa.
“Jauh hari sebelumnya kita sudah memberikan peringatan dini dalam hadapi cuaca ekstrem. Cuaca seperti ini, berdasarkan pengalaman tahun-tahun sebelumnya, berlangsung mulai November dan puncaknya itu pada Januari,” terangnya.
Guna mengantisipasi risiko terjadinya banjir dan bencana alam lainnya, BPDB telah membuka posko di kantornya Jalan Tumanurung. Masyarakat diminta proaktif melaporkan segala bentuk kejadian bencana ke posko.
”Kami juga sudah berkoordinasi dengan pemerintah kecamatan untuk mengaktifkan posko kecamatan, sehingga ada tempat bagi masyarakat untuk melaporkan peristiwa bencana, khususnya di daerah ketinggian, ” kata Ikhsan Parawansa.
Disebutkan Iksan, dalam hitungan menit saat hujan deras dan angin kencang melanda, kemarin terdata sejumlah pohon tumbang di area Sungguminasa. Masing-masing pohon di halaman depan kantor bupati Gowa, sebatang pohon juga tumbang di Jalan Agussalim tepat dekat kantor Satpol PP.
Satu pohon tumbang di Bontokamase, Kelurahan Bonto-bontoa, Kecamatan Somba Opu. Satu lagi di dekat kantor BPBD Gowa. (sar)

