BAKAL calon Gubernur Sulsel HAM Nurdin Halid (NH) yang dimintai komentarnya terkait kesiapan dirinya untuk kembali bertarung pada pemilihah gubernur (pilgub) Sulsel mengaku belum ada.
“Belum ada persiapan, tanya dulu sama Pak Aru (Farouk M Betta) yang sudah turun kelapangan,”ujar NH, di Makassar, Kamis (4/11).
Menurut NH yang pernah tercatat sebagai Ketua DPD I Golkar Sulsel ini, dirinya sebelum maju tentu harus bertanya dulu kepada kader golkar dan tentunya harus bertanya kepada rakyat, khususnya yang 1,2 juta saat memberikan dukungan pad apilgub lalu. Kalau masyarakat sudah meminta dan elektoral sudah tinggi, maka tak mungkin saya menolak,”jelas NH.
NH yang sudah maju dua kali di pilgub Sulsel yakni 2002 dan 20018 lalu mengaku bila setiap kader Partai Golkar yang ingin maju di pilgub harus mengetahui anatomi Sulsel.
Salah satu anatomi Sulsel yakni jurang antara si kaya dan si miskin jauh dan itu pasti lampu kuning.
“Kalau seorang pemimpin yang ingin maju di pilgub tanpa mengetahui anatomi sulsel bisa resisten, sebab tidak mengetahui banyak masalah seperti infrakstruktur jalan hingga masalah ekonomi,”ucapnya.
Meski demikian, NH tidak menampik bila banyak kader Golkar yang paham anatomi Sulsel diantaranya Erwin Aksa dan Adnan Purichta Ichsan.
Farouk M Betta juga mengakui bila Golkar Sulsel saat ini sulit solid. Mantan Ketua DPD II Golkar Makassar ini beralasan karena banyak kader yang tidak diberi ruang, bahkan dipersulit untuk menjadi pemimpin. “Termasuk banyaknya diskresi bagi para ketua terpilih, tentu menghalangi kader yang punya peluang untuk memimpin,”jelas Farouk yang pernah tercatat sebagai ketua DPRD Kota Makassar ini. (rif)

