MAKASSAR, BKM–Wali Kota Makassar, Moh Ramdhan Pomanto, meluncurkan program Tettere saat HUT Kota Makassar. Program tersebut menyasar pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menegah (UMKM).
Rencananya ada 1.000 UMKM yang akan diberdayakan lewat program ini.
Mereka akan dibekali dengan motor listrik untuk berdagang dari lorong ke lorong. Satu motor listrik diestimasi menelan anggaran Rp20 juta. Dengan begitu, layanan pasar lorong ini akan menelan APBD senilai Rp 200 miliar.
Anggota Komisi A Bidang Hukum dan Pemerintahan DPRD Kota Makassar, Kasrudi mengaku mengapresiasi program tersebut. Apalagi hal ini berfungsi untuk mengurangi polusi, dan ramah lingkungan.
“Ini juga manfaat lanjutnya itu membantu UMKM, saya pribadi mengapresiasi. bagian dari pemulihan ekonomi, kasihan masyarakat kita apabila masih menggunakan transportasi yang berbayar sementara ini ekonomi bergeliat kembali,” katannya
“Jadi kalau ada bantuan begitu kami apresiasi pemkot, yang penting itu tadi, harus tepat sasaran, betul-betul yang membutuhkan, bukan faktor suka,” tambahnya.
Hal ini dikatakan Kasrudi juga bisa mempromosikan kota Makassar sebagai kota yang ramah lingkungan, dan tebtunya membantu geliat ekonomi masyarakat
“Sehingga selain mempromosikan Makassar sebagai kota ramah lingkungan, kita juga bisa membantu geliat ekonomi di Makassar,” ungkapnya.
Motor listrik tersebut rencananya akan dipinjamkan ke pelaku UMKM. Konsepnya per RW, ada 1.000 Tettere diberikan ke kelompok masyarakat.
Olehnya Wali kota Makassar, Moh Ramdhan Pomanto memgatakan, bakal menyiapkan kelompok UMKM terlebih dulu.
“Motor listrik diberikan secara gratis, pemerintah kota yg intervensi dipinjamkan oleh kelompok usaha rakyat,” terang Danny sapaannya.(nug)

