MAKASSAR, BKM–Keluarga Besar Fajar dan Group menggelar acara peringatan maulid atau kelahiran Nabi Besar Muhammad SAW, di lantai 1, Gedung Graha Pena Makassar, Kamis (11/11).
Kegiatan tersebut dihadiri para direksi media cetak, online dan televisi serta karyawan yang bernaung dalam Fajar Group. Tampak suasana gembira dan kekeluargaan terlihat dalam acara yang dihelat sore tadi.
Adapun tema dari peringatan Maulid yang dilaksanakan IKB Fajar dan Group yakni “Momentum meningkatkan literasi keagamaan untuk menyongsong era digital dalam menjalin ukhuwah, menebar berkah menuai jannah”.
Sementara itu, Direktur Utama (Dirut) PT. Fajar Indonesia Corporindo (Holding), Dr Mohammad Ridwan Arif, SE, MAF, Ak, dalam sambutannya, meminta kepada seluruh karyawan Fajar Group untuk selalu mencontoh sosok rasulullah yang sempurna termasuk keluarga dan pengikutnya di masa beliau.
“Tujuan kita memperingati maulid, sebenarnya senantiasa kita mengingat rasulullah, termasuk dengan cara bersalawat kepada rasulullah. Kita umatnya pasti memiliki doa, tapi kita selalu berdoa memohon ampunan dari Allah. Salah satu jalan bertobat juga karena syafaat rasulullah dengan memberi salawat kepada beliau,”jelas Moh Ridwan Arif.
Ia juga meminta ke seluruh karyawan Fajar Group untuk selalu membaca doa setelah mendengar adzan, karena doa setelah adzan adalah salah satu syafaat.
Dalam hikmah maulid yang dibawakan oleh Ustad Dr H Achmad Razak, Msi, menjelaskan keharusan umat Islam yang merupakan umat Muhammad SAW selalu mencintai nabi dan rasulnya.
Bahkan sewaktu kelahiran Nabi Muhammad SAW, seluruh makhluk Allah bergembira. Bahkan paman rasulullah yakni Abu Lahab bin ‘Abdul Muttalib memerdekakan semua budaknya karena kegembiraannya atas kelahiran nabi.
“Allah menciptakan rahmat di bumi masih satu persen. Ibarat air hujan di telunjuk kita. Salah satu rahmat yang paling besar yakni bagaimana mencintai rasulullah Muhammad SAW,”jelas Achmad Razak.
Ustad Achmad Razak melanjutkan, rasulullah saja sempat merindukan umatnya atau saudara-saudaranya.”Rasullullah Muhammad SAW saja merindukan kita, yang belum pernah melihat beliau sekalipun.
Tapi karena umatnya rajin memanggil namanya dan bersalawat kepadaNya, maka Muhammad SAW sangat rindu. Tidak sempurna umat Islam jika tidak mencintai Muhammad SAW. Muhammad berkata, tidak sempurna dia menjadi umatKu jika dia tidak mencintai Aku daripada cintanya kedua orang tuanya dan saudara-saudaranya,”jelas Achmad Razak. (war)

