pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken
pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken

Jam dan Hari PTM SD akan Ditambah

Nielma: Tidak Ada yang Positif Setelah Tes Antigen

MAKASSAR, BKM — Pembelajaran Tata Muka (PTM) untuk jenjang Sekolah Dasar (SD) di Kota Makassar telah dilaksanakan sejak 2 November lalu. Secara bertahap, seluruh sekolah dasar di Kota Makassar mulai melakukan PTM atas izin dari Dinas Pendidikan Kota Makassar, setelah melakukan proses verifikasi faktual.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pendidikan Makassar, Nielma Palamba menjelaskan, hingga saat ini, proses PTM untuk jenjang SD berjalan dengan lancar. Tidak ada hambatan yang ditemukan dalam proses pembelajaran.
Apalagi, sekolah memang sudah diwanti-wanti untuk memenuhi seluruh persyaratan, terutama terkait protokol kesehatan. Selama tes swab antigen dilakukan kepada murid SD, belum ada yang menunjukkan hasil positif. “Syukurlah tidak ada (positif) setelah diantigen,” ujar Nielma, kemarin.

Nielma mengatakan, karena proses PTM sejauh ini berjalan lancar, maka ada pertimbangan untuk dilakukan penambahan jam belajar. Saat ini, proses pembelajaran setiap sesi dibatasi hanya tiga jam.
Dia mengklaim bahwa pihaknya telah menggelar PTM dengan sangat hati-hati. Setiap ada temuan apapun akan ditangani secara dini. Selain itu, pihaknya juga tidak menemui kendala berarti dari penolakan beberapa orangtua di sejumlah sekolah. Anaknya tetap diikutkan secara daring.
“Jadi itu tidak bisa mengganggu, karena lebih dahulu ditemukan. Sehingga anak dievakuasi dan ditracing adalah keluarganya. Sampai saat ini tidak ada. SOP kita seperti itu. Ambil covid hunter dan tracing keluarganya,” jelasnya.
Sekretaris Dinas Pendidikan Kota Makassar Amalia Malik, menjelaskan bahwa penambahan waktu belajar bisa saja diakomodir hingga 5 jam dalam sehari dan bisa saja didorong hingga 4-5 hari dalam sepekan.
Saat ini PTM SD masih diterapkan maksimal hanya 3 jam pembelajaran dan dua kali dalam sepekan dengan jumlah siswa sebanyak 50 persen. Hanya saja, hal ini masih membutuhkan evaluasi lanjutan untuk melihat apakah penerapan protokol selama PTM dapat dipertahankan dengan waktu tersebut.
“Jadi kita akan selesaikan karena ini masuk semester genap. Akan dievaluasi apakah jam pembelajaran ditambah atau harinya ditambah. Itu bisa kalau lihat ini SD dan SMP yang sementara berjalan,” ujarnya.
Dengan melihat tren yang baik di tingkat SD dan SMP, Amalia mengaku tengah mempersiapkan PTM bagi jenjang PAUD Desember mendatang. “Kita masih persiapkan untuk jenjang PAUD Desember mendatang karena tren sejauh ini cukup baik,” pungkasnya.

Tak Ada Klaster

DPRD Makassar berharap kepada pemkot untuk sesegera mungkin menerapkan pembelajaran secara umum. Hal itu setelah melihat pelaksanaan PTM berlangsung dengan baik.
Ketua Komisi C DPRD Kota Makassar, Abdul Wahab Tahir menilai simulasi PTM telah berjalan dengan baik. Bahkan disimpulkan tidak ada potensi terjadinya klaster.
“Dalam pandangan kami, simulasi PTM selama ini telah berjalan dengan baik. Sehingga kita berharap Dinas Pendidikan bisa secepatnya menerapkan pembelajaran secara umum. Tapi tentunya tetap menerapkan protokol kesehatan dengan ketat,” ujar Wahab, kemarin.
Legislator Partai Golkar ini meyakini, potensi akan munculnya klaster di PTM ini kecil kemungkinannya. Bahkan tidak ada. Hal ini karena pemerintah kota telah menerapkan dua model antisipasi penyebaran, yaitu rapid antigen dan Genose. Dua model ini yang diyakininya bisa terus memproteksi potensi penyebaran covid-19 selama pelaksanaan PTM di Makassar.
“Dari laporan yang kita terima, tidaklah (terjadi klaster). Karena pemkot menerapkan dua model antisipasi. Pertama adalah sistem rapid antigen dengan tidak memakai sampel, tetapi secara keseluruhan. Kedua dengan memakai Genose. Sehingga dua piranti itu mudah-mudahan bisa berjalan maksimal dalam melakukan deteksi awal,” jelasnya.
Wacana penerapan PPKM Level 3 pada Desember nanti, dikatakan Wahab juga harus menjadi atensi pemerintah kota. Makanya, penerapan PTM secara teknis pun akan diatur kembali mengikuti aturan yang ada.
“Kita juga mendapat imbauan pemerintah, nanti akan diberlakukan PPKM level 3. Sehingga otomatis, isi rombelnya harus dikurangi. Tidak boleh lagi mengisi 100 persen. Paling tidak 50 persen,” jelasnya.
“Intinya, segera lakukan PTM secara baik dan benar, tapi penerapan prokes dilaksanakan secara ketat juga,” tutupnya. (rhm-nug)



×


Jam dan Hari PTM SD akan Ditambah

Bagikan artikel ini melalui

atau copy link