MAKASSAR, BKM–Dinas Pendidikan Makassar rencananya akan memperluas cakupan sekolah yang menyelenggarakan pembelajaran tatap muka (PTM). Rencana itu, mendapat respons positif Dewan Pendidikan Kota Makassar (DPKM). Yang terpenting, protokol kesehatan harus dijalankan secara ketat.
Anggota Dewan Pendidikan Kota Makassar, Suarman, mengatakan, keinginan Dinas Pendidikan untuk menambah sekolah penyelenggara tatap muka terbatas patut didukung. Alasannya, banyak anak sekolah yang sudah jenuh belajar dari rumah.
Suarman mengingatkan agar Dinas Pendidikan tetap mengawasi dan mengontol proses pembelajaran tatap muka yang berjalan. Terutama dalam penerapan protokol kesehatan baik oleh guru maupun para peserta didik.
“Selama ini sudah berjalan baik. Semua yang terlibat disiplin menerapkan protokol kesehatan. Mudah-mudahan ini akan terus berjalan baik,” kata Ketua Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kota Makassar itu.
Dalam kapasitasnya sebagai anggota DPKM, Suarman aktif melakukan pemantauan pelaksanaan pembelajaran tatap muka di beberapa sekolah di Makassar. Dalam pemantauannya, seluruh sekolah sudah disiplin menjalankan protokol kesehatan.
“Semua siswa dan guru memakai masker. Juga disiapkan wastafel di setiap sekolah,” katanya.
Sebelumnya, Plt Kepala Dinas Pendidikan Makassar, Nielma Palamba mengatakan pihaknya akan menambah jumlah sekolah penyelenggara pembelajaran tatap muka. Saat ini baru 15 Sekolah Menengah Pertama (SMP) negeri yang melakukannya.
“Ke depan kami akan tambah jumlah penyelenggara pembelajaran jarak jauh. Sebab selama uji coba berjalan, belum ada kasus baru covid-19 yang muncul. Makanya kami akan tambah cakupannya,” kata Nielma. (fp)

