MAKALE, BKM–Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Sulawesi Selatan Azhar Arsyad menerima aduan sejumlah warga yang mengeluhkan soal harga gabah .
Aduan warga tersebut diterima Azhar Arsyad yang juga Ketua Fraksi Partai Kebagkitan Bangsa (PKB) DPRD Sulsel saat berkunjung ke Desa Caeawali Kecamatan Watang Pulu Kabupaten Sidrap, Rabu (1/12).
“Banyak warga yang rata-rata adalah petani mengeluh akan harga gabah dan kelengkapan pupuk,”jelas Azhar Kamis (2/12).
Azhar yang juga ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) PKB Sulsel ini menjelaskan bila dalam reses tersebut dirinya juga menerima keluhan lain dari warga.
Menurutnya, tujuan dari reses memang adalah untuk menyerap dan menindaklanjuti aspirasi konstituen dan pengaduan dari masyarakat guna memberikan pertanggungjawaban moral kepada publik lewat pemerintah atau eksekutif,”jelas Azhar.
Ditambahkan bila kegiatan reses merupakan amanah undang -undang bagi setiap anggota dewan untuk menyerap aspirasi masyarakat, “Kami tentu akan menindaklanjut ini aspirasi masyarakat,”janji Azhar yang pernah tercatat sebagai Sekjen PB DDI ini.
Sementara itu, politisi Partai Gerindra Sulsel Firmina Tallulembang juga menyerap aspirasi di Tondon Mamullu Makale, Rabu (1/12).
Firmina Tallulembang yang juga Wakil Ketua Komisi B DPRD Sulsel ini mengemukakan bila Tana Toraja akan mendapatkan bantuan pinjaman lunak UMKM tanpa agunan sebesar Rp 1 Milyar dari Bank Sulselbar.
Demikian pula akan mendapat delapan paket program dari komisi B yang akan masuk ke Tana Toraja serta Toraja Utara.
Bantuan lunak tersebut bisa dimanfaatkan warga untuk mendukung pengembangan sektor pariwisata, baik kuliner maupun supenir.
Untuk itu, Firmina meminta kepada Lurah Tondon segera berkoordinasi dengan Dinas Tata Ruang untuk mengeksekusi program penataan infrastruktur yang dibutuhkan masyarakatnya.
“Kami sudah berkordinasi sehingga pemerintah ditingkat Lembang dan Kelurahan segera tindaklanjuti untuk dinikmati masyarakat hasilnya,”jelas Firmina.
Terkhusus kepada ibu-ibu yang tergabung di Dasawisma, Firmina berharap peran perempuan Indonesia dapat penopang ekonomi keluarga. “Perempuan terus berkarya dan mau melatih diri untuk berkarir dalam industri kreatif, misalnya mengolah dan mengawetkan bambu untuk peralatan makan, kursi maupun meja, hingga tempat tidur yang dibutuhkan pihak perhotelan dan permintaan di sektor wisata lainnya,”jelasnya.
Dalam kesempatan itu, Firmina juga menyerahkan bantuan alat masak kepada pengurus Dasawisma Melati 1 yang diterima Felicia.
Tak hanya itu, Firmina juga memberikan bantuan mesin jahit untuk Dasawisma Kelompok Mawar.
Tokoh masyarakat Mamullu Elizabeth Tombeg juga meminta kepada legislator Gerindra tersebut paket masuk ke Tondon Mamullu diswadaya sendiri masyarakat agar kualitas pekerjaan dapat dipertanggungjawabkan.
“Program dikerjakan langsung masyarakat kualitasnya jauh berbeda ketimbang melalui pihak ketiga, sebab hanya mengejar keuntungan,”ucap Elizabeth. (gus/rif/c)

