POLMAN, BKM — Incumbent Kades Rappang Kecamatan Tapango Kabupaten PolewaliMandar Provinsi Sulbar terpilih, Mustafa tak menjanjukan sesuatu saat masa kampanye calon Kades beberapa waktu lalu.
Saat ditemui BKM dikediamannya BKM baru-baru ini, Mustafa merupakan salah satu dari 27 Calon incumbent Kepala Desa yang berhasil lolos tepilih pada pemilihan Kades serentak, diikuti 67 desa se Kabupaten Polewali Mandar.
BKM mencoba mendatangi beberapa Calon incumbent yang lolos untuk melihat
kekerabatan dan silaturrahim sekaligus tips mereka menerapkan sejak menahkodai desa sehingga mereka terkesan masih dibutuhkan mayoitaswarganya, tebukti dalam pemilihan kepala desa mereka unggul dari para pesaingnya.
Bahkan Mustafa saat berbincang dengan BKM mengaku biasa saja selama dirinya menjabat tak ada yang terasa istimewa, mungkin ia berkesan bahwa jabatan kepala desa adalah amanah, tanggung jawab dan pengabdian yang tulus untuk membangun dan berupaya meningkatkan kesejahteaan masyaakat desa.
”Saya tidak penah menjanjikan saat masa kampanye. Karena ia sadar bahwa apa yang bisa dijanjikan, kadang-kadang jika berjanji biasanya setelah tepilih masyarakat pasti akan menuntut janji tersebut, sehingga tidak ada yang bisa dijanjikan baik sebelum maupun setelah pemilihan,” ujar Mustafa.
Mungkin betul kita wajib ada visi misi tetapi persoalan jika terpilih dan menjabat kepala desa terkesan menentukan secara sepihak karenaharus sesuai dalam visi dan misi tersebut. Hal itu baginya bukanmi jamannya sekarang, kaena kalau Kepala Desa yang menentukan berarti bersedia berbenturan dengan keinginan masyarakat banyak di desa.
Apa yang telah dimusyawarahkan dimasing-masing dusun dibawa melalui
forum Badan Permusyawaatan Desa (BPD) yang dipimpin Ketua BPD setelah
masuk Musrembang secara kolektif maka itulah yang dia jalankan.
”Dari awal tidak bisa kita janji, karena bukan lagi Kades selaku penentu, melainkan hanya sebagai pelaksana kebijakan dari yang telah disepakati tersebut, maka hal itulah yang dijalankan, ”ucapnya. (*)

