MAKASSAR, BKM — Tak lama lagi Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Sulawesi Selatan akan menggelar rapat paripurna pemberhentian Nurdin Abdullah sebagai gubernur Sulsel, dan persetujuan pengangkatan Wakil Gubernur Andi Sudirman Sulaiman sebagai gubernur Sulsel yang difinitif. Setelah itu, barulah ASS masuk pada tahapan selanjutnya, yakni meminta nama-nama calon wakil gubernur dari tiga partai koalisi untuk mendampinginya hingga masa jabatan berakhir.
Sekretaris Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Sulsel Rudi Pieter Goni (RPG) yang dimintai tanggapannya, mengaku bila partainya telah melakukan diskusi. Tentu, kata dia, PDIP secara aturan juga berhak mengisi kekosongan tersebut.
“PDI Perjuangan tidak kekurangan stok kader untuk jabatan eksekutif. Secara etika dan patron politik tentu dari PDI Perjuangan adalah ketua DPD, yakni Pak Andi Ridwan Wittiri (ARW). Tapi dalam berbagai kesempatan, beliau (ARW) menyatakan fokus ke tugas selaku anggota DPR RI,” jelas RPG, Senin (13/12).
Karena ingin fokus, RPG yang juga anggota Fraksi PDIP DPRD Sulsel tiga periode ini tentu akan dikomunikasikan ke DPP partai siapa yang ditugaskan. Ia kemudian menyebut sejumlah nama. Seperti bendahara DPD Dr H Alimuddin. Wakil ketua DPD yang juga ketua Fraksi PDIP DPRD Sulsel Andi Ansyari Mangkona, serta banyak lagi yang pantas dan layak. ”Tapi akan dikomunikasikan terlebih dahulu dengan partai pengusung,” ujarnya.
Terpisah, mantan Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Sulsel Andi Akmal Pasluddin yang dimintai tanggapannya, mengaku menyerahkan sepenuhnya kepada pengurus PKS Sulsel saat ini. “Biar DPW PKS Sulsel aja yang tanggapi,” kata anggota DPR RI dua periode ini.
Wakil Ketua DPW PKS Sulsel Sri Rahmi, mengungkapkan nama yang akan diajukan berasal dari kesepakatan tiga partai politik pengusung. “Dan harus ada dua nama yang disodorkan ke DPRD Sulsel,” kata ketua Komisi C DPRD Sulsel ini.
Legislator PKS Sulsel Andi Syaifuddin, menambahkan bila Muh Amri Arsyid selaku ketua DPW PKS Sulsel merupakan figur wakil gubernur yang paling tepat. Menurutnya, pengalaman Amri Arsyid di dunia usaha sebelum menjabat ketua DPW PKS sangat relevan dengan kondisi Sulsel saat ini yang tentunya butuh sentuhan tangan enterpreneurship, pemikiran berbasis dunia usaha yakin mampu membuat sebuah tantangan menjadi seribu peluang.
“Tentu kita butuh pemimpin yang bisa bersinergi dengan gubernur yang juga seorang enterpreanurship, sehingga gubernur dan wakil bisa seirama, satu visi, satu pemikiran, serta tindakan membawa Sulsel lebih baik lagi ke depan. Sulsel ini sangat kaya, baik sumber daya alam maupun sumber daya manusianya. Potensi ini jika dikelolah dengan tepat tentu akan signifikan memberikan kemajuan bagi masyarakat Sulsel,” jelasnya
Muda dan Punya Chemistry
Calon wakil gubernur yang layak untuk mendampingi ASS setelah ditetapkan sebagai gubernur definitif, tidak hanya menjadi perhatian para politisi yang tergabung dalam koalisi partai politik pengusung pasangan Nurdin Abdullah-Andi Sudirman Sulaiman (Prof Andalan). Namun juga menjadi perhatian para pengamat politik di daerah ini.
Dr Asrullah mengemukakan, dirinya berharap wakil gubernur ke depan adalah tokoh muda yang memiliki rasa saling terhubung atau chemistry dengan Andi Sudirman Sulaiman.
“Kalau saya, kita berharap agar wakil gubernur ke depan yang memiliki chemistry. Kita butuh pemimpin muda. Karena secara psikologis, calon yang memiliki chemistry dapat bekerja sama dalam dua tahun tersisa,” jelas Asrullah, kemarin.
Menurutnya, masyarakat Sulsel telah mengalami musibah karena gubernurnya terjaring dalam operasi tangkap tangan (OTT) oleh KPK dalam kasus suap dan gratifikasi. Untuk itu, pemimpin yang perlu berusia muda sebab juga merujuk pada kasus sebelumnya. ”Betapa tidak etiknya jika musibah kembali berulang. Makanya, tak ada beban psikologis kalau sama-sama tokoh muda,” tandasnya.
Asrullah membeberkan sejumlah nama tokoh muda dari PAN. Di antaranya ada Andi Muhammad Irfan AB dan Andi Irwandi Natsir. Sementara dari PKS ada Muzayyin dan Sri Rahmi.
“Mungkin di PDIP juga punya tokoh yang masih muda. Kita juga berharap DPRD Sulsel mendukung tokoh muda yang memiliki chemistry agar dapat bekerja full. Tapi calon muda yang punya integritas defikasi, serta jam terbang yang sudah teruji,” tandas Asrullah.
Dr Alam Tauhid Syukur mengemukakan bila sesuai kebijakan yang ada, maka wakil gubernur yang dilantik defenitif melewati seperdua masa jabatan mereka tidak adalah pengangkatan wakil sampai akhir masa jabatan atau jadi gubernur tunggal. “Kecuali ada kebijakan baru. Kalau berubah kebijakannya bahwa ada wakilnya, maka menurut saya yang cocok adalah yang ditetapkan bersama oleh partai koalisi pengusung pada saat kontestasi pilgub yang lalu. Tapi harus tetap memperhatikan faktor geopolitik pendamping tersebut. Misalnya dari selatan, sama seperti geopolitik NA atau utara,” terangnya.
Sementara Prof Dr Aminuddin Ilmar berpendapat bahwa ini ini urusan partai politik pengusung, masing-masing PAN, PKS dan PDIP. Menurut aturan, untuk masuk pada pemilihan wakil gubernur harus ada dua nama, sedangkan ada tiga partai pengusung. “Itu yang menjadi persoalan,” jelasnya. (rif)

