pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken
pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken

Bicara Kemanusiaan Itu Bicara Hati

Masykur Muhammad, Kepala Cabang ACT Wilayah Sulawesi Selatan

SULAWESI SELATAN menjadi salah satu wilayah yang rawan dilanda bencana. Setiap tahun ada saja peristiwa alam yang berlangsung di daerah ini. Para korban yang terdampak selalu membutuhkan uluran tangan untuk dibantu. Lembaga Aksi Cepat Tanggap (ACT) pun hadir di sana.

KEPALA Cabang ACT Wilayah Sulawesi Selatan Masykur Muhammad, menyebut bahwa lembahanya memang identik dengan kesan kebencanaan. Untuk itu, pihaknya selalu siap jika dibutuhkan. Apalagi, bencana tidak pernah bisa diukur kapan dan di mana akan terjadi. Termasuk di Sulsel.
”Contohnya baru-baru ini, saat curah hujan cukup ekstrem yang menyebabkan banjir di mana-mana. Seperti Makassar, Soppeng, Barru, Pangkep. ACT hadir untuk membantu mereka yang terdampak banjir,” ungkap Masykur ketika menjadi tamu di podcast untuk kanal Youtube Berita Kota Makassar, Sabtu (18/12).
Dalam menjalankan misi kemanusiaan yang diembannya, Masykur selalu pimpinan di wilayah Sulsel, selalu menyampaikan kepada seluruh timnya untuk selalu siap kapan pun dibutuhkan. ”Kalau perlu 24 jam monitoring kondisi di Sulsel. Tidak ada hal lain yang bisa dilakukan, kecuali memantau dan tahu bencana terjadi di mana,” tandasnya.
Ketika terjadi banjir di Makassar belum lama ini, Masykur turun langsung bersama tim. Ia menyebut ada banyak titik yang terdampak cukup parah. Timnya siaga di lokasi guna membantu warga.
Dalam setiap peristiwa kebencanaan, menurut Masykur, ACT pertama-tama selalu melakukan asesmen lokasi. Tujuannya untuk mengetahui kondisinya bagaimana. Jika memang parah, bisa langsung diangkat di tingkat nasional. Karena hal ini harus cepat disampaikan ke publik.

”Kedua, sebisa mungkin bantuan harus segera didistribusikan ke lokasi bencana. Karena posisi masyarakat sangat membutuhkan bantuan. Mereka tak bisa dibiarkan, sebab posisi sedang terjepit dan tidak bisa ke mana-mana. Sehingga harus ada tim yang membantu. Tindakan riil yang biasa dilakukan di lokasi adalah mendirikan dapur umum, serta membuat posko induk untuk menampung donasi yang masuk, baik berupa dana maupun barang,” jelas Masykur.
Ia lalu menyebut peristiwa gempa yang terjadi pekan lalu. Titiknya berada di antara Sulawesi Selatan (Selayar) dan NTT (Larantuka). ”Orang tidak pernah memikirkan dampak yang ditimbulkan gempa itu. Orang selalu berpikiran ke NTT, sementara di Sulsel (Selayar) terkena dampak yang cukup parah. Bahkan 5.000 jiwa ada di sana. Sementara akses ke sana cukup jauh untuk ditempuh. Butuh 18 jam baru bisa sampai,” terangnya.

ACT pun segera hadir untuk para korban. Kebutuhan pangan, beras, serta sembako lainnya yang dibutuhkan masyarakat sudah dikirim bersama tim ke lokasi.
Sebagai upaya dalam memitigasi bencana, ACT merutinkan koordinasi dengan pengurus yang ada di Sulsel. Termasuk melibatkan MRI (Masyarakat Relawan Indonesia) yang tersebar di kabupaten/kota di Sulsel. Juga bersinergi dengan Basarnas, pemkab, dan pemprov.
Dalam hal penggalangan donasi untuk para korban bencana, ACT mengajak semua pihak untuk terlibat. Tak terkecuali mahasiswa serta pelajar. Mereka berkolaborasi dan selalu dilibatkan bila ada kegiatan yang dilaksanakan ACT. Demikian pula sebaliknya. Termasuk dengan para influencer.
Bagaimana mereka bisa percaya dan bersedia terlibat bersama ACT dalam aksi kemanusiaan? Masykur mengatakan, hal itu tidak terlepas dari apa yang dilakukan selama ini terkait penggunaan donasi.
”Laporan pertanggungjawabkan implementasi selalu kita laporkan ke mitra. Mungkin ini yang membuat mereka percaya. Apalagi gerakan kemanusiaan ini masalah hati. Ketika bicara isu kemanusiaan, tentu akan terbawa. Tidak mesti bicara materi. Kalau untuk kemanusiaan, siapa yang tidak mau membantu,” tandasnya. (*/rus)




×


Bicara Kemanusiaan Itu Bicara Hati

Bagikan artikel ini melalui

atau copy link