MAKASSAR, BKM — Fakultas Peternakan (Fapet) Universitas Hasanuddin (Unhas) bekerja sama dengan Lembaga Sertifikasi Profesi Peternakan Indonesia (LSP-PI) menyelenggarakan Program Sertifikasi Uji Kompetensi. Kegiatan berlangsung di Fakultas Peternakan Unhas, Selasa (21/12/2021).
Pada saat pembukaan, ketua tim program Dr. Ir. Syahdar Baba, menjelaskan kegiatan ini menargetkan diikuti 100 orang mahasiswa Peternakan dan Vokasi Teknologi Produksi Ternak. Sebelumnya, kata Syahdar, terdapat 500 mahasiswa mengikuti pelatihan berbasis digital. Program ini merupakan bagian dari Program Matching Fund Kedaireka Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi RI dengan judul “Pemanfaatan ICT dalam program pelatihan dan sertifikasi bagi industri pembibitan rakyat”.
“Sebelum sertifikasi uji kompetensi didahului dengan Pelatihan Kompetensi berbasis Digital dengan Aplikasi Courses Livestock Indonesia (CLI) – Jaringan Desa yang dikembangkan oleh tim matiching fund Fakultas Peternakan bersama PT. Sarana Generasi Digital yang dimana mahasiswa menyelesaikan modul wajib Budidaya Ternak Ruminansia Pemula dan minimal 1 modul lainnnya,” jelas Dr. Syahdar Baba.

Lebih lanjut, Syahdar menuturkan dalam pelaksanaannya para peserta dibagi dalam 3 ruang kelas. Dimana untuk ujian tulis dan uji obervasi dilakukan di Fakultas Peternakan. Untuk tahap pertama ditargetkan 100 mahasiswa yang akan tersertifikasi. Dr. Syahdar berharap kegiatan pelatihan dan sertifikasi ini bisa diakui dalam program Merdeka Belajar – Kampus Merdeka.
Pada kesempatan terpisah, Dekan Fakultas Peternakan Unhas, Prof. Dr. Ir. Lellah Rahim, M.Sc., IPU. ASEAN Eng., menuturkan bahwa Fakultas Peternakan Unhas terus melakukan upaya peningkatan kualitas pembelajaran dengan menjamin kualitas dan kompetensi peserta didik dalam hal ini kompetensi mahasiswa dalam pencapaian lulusan sesuai dengan profil lulusan yang unggul.

“Kegiatan sertifikasi uji kompetensi ini merupakan langkah nyata dalam menyiapkan alumni yang memiliki kompetensi kerja sesuai dengan Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI),” jelas Prof Lellah.
Di akhir acara dilaksanakan Verifkasi Tempat Uji Kompetensi (TUK) Fakultas Peternakan Unhas – LSP PI yang berlisensi LSP yang berlisensi oleh Badan Nasional Sertifikasi Profesi.
Kedepannya Fakultas Peternakan bisa menjadi tempat uji kompetensi bidang peternakan seperti skema pengawas mutu pakan, fasilitator pakan, inseminator buatan, pengawas bibit ternak, butcher, dan juru penyembelih halal, dan skema lainnya.
Ahmad Daud, S.TP, M.Si. sebagai perwakilan asesor menyampaikan sertifikasi ini adalah upaya perbaikan kualitas SDM dan perbaikan kualitas pembelajaran. Pada kesempatan ini terdapat 10 orang asesor.
Prof Jasmal selaku Kepala TUK (Tempat Uji Kompetensi) Fakultas Peternakan menjelaskan bahwa saat ini TUK sudah memiliki 5 asesor kompetensi dan berupaya menjadi Lembaga Sertifikasi Kompetensi bidang Peternakan pada tahun 2022. (rls)

