MAKASSAR, BKM — Wali Kota Makassar, Mohammad Ramdhan Pomanto menginstruksikan kepada seluruh stakeholder terkait untuk mewaspadai curah hujan yang cukup tinggi (ekstrem) selama dua hari terakhir ini. Apalagi jika intensitas hujan yang cukup tinggi terjadi selama beberapa jam bersamaan dengan pasangnya air laut.
“Saya sejak pagi (kemarin) terus memantau kondisi cuaca Makassar. Saya juga sudah warning BPBD, Dinas Sosial, Dinkes, Damkar dan camat serta lurah untuk mewaspadai cuaca ekstrem yang terjadi. Siapkan langkah antisipasi jika terjadi banjir,” ungkap Danny saat ditemui di kediaman pribadinya Jalan Amirullah, Selasa (21/12).
Melalui aplikasi cuaca yang ada di dua smartphonenya, Danny bisa mengetahui intensitas curah hujan, angin, pasang surut air lalu, hingga suhu di Kota Makassar. “Jadi saya memantau dari sini (smartphone). Termasuk meminta laporan dari lurah dan camat terkait kondisi di wilayah masing-masing,” tambahnya.
Di grup OPD Pemkot Makassar, Danny juga mengeluarkan instruksi yang bunyinya, antisipasi banjir mulai jam 16.00-02.00 dini hari. Jika hujan lebat terus, di sini posisi jelang pasang tertinggi.
Dia juga memerintahkan kepada seluruh satgas drainase untuk memantau aliran air di wilayah tugas masing-masing. Jangan sampai ada sumbatan yang menyebabkan air tidak mengalir dengan lancar.
“Untuk sumbatan besar tugasnya satgas drainase. Untuk sumbatan kecil satgas kebersihan. Kita kan urusannya cuma sumbatan. Kalau air sudah naik, tidak bisami dicegah. Kalau sudah naik air berarti bencanami,” ujarnya.
Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Makassar Ahmad Hendra Hakamuddin, mengatakan sejauh ini beberapa wilayah yang kerap jadi langganan banjir masih aman dan terkendali.
“Seperti titik rawan banjir di Kodam III Kelurahan Katimbang, Kecamatan Biringkanaya, masih aman terkendali, namun tetap waspada,. Begitu juga di beberapa lokasi wilayah Kecamatan Manggala,” jelasnya.
Dia mengatakan, seluruh personel BPBD tetap disiagakan untuk mengantisipasi kemungkinan terjadinya cuaca ekstrem karena dampak La Nina akan berlangsung hingga awal tahun depan.
Menurut Ahmad Hendra, peralatan evakuasi masih disiapkan, khususnya di lokasi-lokasi yang rawan banjir. Berupa kendaraan operasional, armada dan lainnya. Ia memastikan telah berkoordinasi dengan lembaga yang bertugas memprediksi cuaca. Hasilnya, curah hujan masih tinggi hingga beberapa bulan ke depan. “Itu sampai Februari 2022 curah hujan masih tinggi, kata BMKG,” tambahnya. (rhm)

