pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken
pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken

Ciptakan Aplikasi LoSaRI, Urus HAKI Hanya Enam Menit

Rizal Bakri, Dosen Terbaik Spada 2021 LLDikti Sultan Batara

INOVASI di tengah pandemi covid-19 terus bermunculan. Raihan prestasi pun diperoleh oleh mereka yang menciptakannya. Rizal Bakri salah satunya.

Rizal adalah dosen di Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi dan Manajemen (STIEM) Bongaya, Makassar. Ia mengampu mata kuliah statistika. Dirinya kini menyandang sebagai Dosen Terbaik Sistem Pembelajaran Daring (Spada) Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDikti) Wilayah IX Sulawesi Selatan, Barat, dan Tenggara (Sultan Batara) Tahun 2021. Berhasil menyisihkan sembilan dosen lainnya yang masuk nominasi.

Hadir di studio podcast di kantor Berita Kota Makassar Lantai III Graha Pena, Rizal menjelaskan awal dirinya mengikuti ajang tersebut. Bermula dari surat LLDikti IX yang ingin memberikan anugerah dan penghargaan kepada perguruan tinggi terbaik serta dosen terbaik dalam pembelajaran daring.

Dalam formulir yang dibagikan dan didapat oleh Rizal, terdapat tujuh indikator di dalamnya. Ia mengisi seluruhnya, hingga masuk nominasi 10 besar. Selanjutnya terpilih menjadi yang terbaik. ”Indikator pertama adalah peningkatan pengetahuan. Pertanyaannya, apakah pernah mengikuti pelatihan? Saya pernah mengikutnya. Indikator kedua, apakah pernah mensosialisasikan pembelajaran daring? Di STIEM Bongaya saya sudah lima kali mengajari teman-teman dosen di sana. Indikator ketiga, apakah pernah membuat produk-produk daring? Saya memasukkan modul digital, media digital seperti Youtube, serta media lainnya,” jelas Rizal.

Indikator kelima, lanjut Rizal, apakah pernah mempublikasikan artikel ilmiah tentang pembelajaran daring? Saya mengisinya juga, karena memang pernah melakukannya. Indikator keenam, apakah pernah mendapatkan penghargaan. ”Saya pernah tiga kali mendapatkannya terkait pengembangan produk daring. Indikator keenam, apakah ada mata kuliah yang diagregasi nasional? Saya punya tiga,” imbuh alumni S1 Matematika Universitas Negeri Makassar (UNM).

Walau latar belakang keilmuannya di bidang matematika, Rizal yang magister statistika IPB ini mengaku sudah sejak lama hobi digital dan komputer. Karenanya, ia lebih condong mengikuti hobinya itu dengan membuat aplikasi website.

Berita Terkait:

Pria kelahian Jeneponto ini kemudian memilih untuk mengembangkan aplikasi pengolahan data. ”Banyak yang bertanya kenapa begitu yang dibuat? Karena sebelumnya sudah ada, seperti SPSS dan aplikasi lain,” terangnya.

Ia lalu menjelaskan alasannya. ”Dari beberapa pelatihan yang saya buat di Makassar, ternyata banyak peserta kebingungan menggunakan aplikasi data yang sudah ada. Aplikasi data yang lagi tren saat ini ada dua, R dan Paiton. Tapi basisnya bahasa pemrograman (koding). Jadi mereka banyak yang kebingungan. Tidak tahu mengoding. Dari situ saya berinisiatif membuat aplikasi dari bahasa yang pemrograman yang sama, tapi bukan lagi koding. Cukup diklik saja,” jelas Rizal lagi.

Setelah mengembangkan aplikasi ini, menurut Rizal, masih banyak fitur yang kurang. Ia ingin bagaimana agar saat menonton video di layar yang sama tidak perlu menutup video sambil mengolah data dan dituntun dengan bahasa isyarat. Dari situlah kemudian lahir aplikasi LoSaRI.

”Nama ini bukan pantai Losari, melainkan akronim dari Learning of Science and Research Innovation. Kelebihan dengan menggunakan nama Losari, bisa mengangkat nama Makassar,” tambahnya.

Yang membedakan dengan aplikasi yang sudah ada sebelumnya, lanjut Rizal, dari sisi koding. Jika menggunakan Python atau R, sistemnya koding. Sementara LoSaRI bisa diklik dengan bahasa pemrograman juga.

”Dari sisi kemudahan, SPSS dan aplikasi lain tidak memiliki panduan yang tampil bersamaan. Panduan berupa video yang memuat penutur bahasa isyarat dan teks. Sehingga bisa digunakan oleh dua pengguna, yang kondisi fisiknya normal dan yang penyandang disabilitas,” terang Rizal.

Kelebihan lainnya adalah aplikasi ini bisa diakses secara daring. Mahasiswa atau dosen yang mau menggunakan tidak perlu lagi menginstal di laptop terlebih dahulu, seperti SPSS. Cukup mengakses halamannya di https://tools.losari.or.id.

Pertama akses dibuka, akan muncul pengantar yang harus ditonton sampai habis. Petunjuk ini akan membawa kita untuk mengetahui bagaimana menggunakan aplikasi ini dari awal sampai akhir. Selanjutnya uppload di how to import data. Di sinil muncul data dan penutur bahasa isyarat, teks serta video. Tampilan yang ada bisa diperkecil dan juga bisa digeser-geser. Tidak perlu ditutup untuk mengolah data sambil nonton video.

Dalam proses pengembangan aplikasi ini, diakui Rizal, ada banyak keunikan yang dijumpai. Misalnya ketika hendak memasukkan bahasa isyarat. Sangat sulit menemukan orang yang bisa menerjemahkan dengan bahasa statistik. Termasuk ketika menyebut nama Losari. ”Penerjemahnya menyangka ini pantai Losari, sehingga membuat bahasa isyarat seperti ombak. Nanti setelah saya jelaskan kalau itu akronim, barulah dimengerti,” jelas Rizal sambil tersenyum.

Berhasil menciptakan sebuah aplikasi yang tergolong baru, Rizal berusaha mengantisipasinya agar tidak dicaplok oleh orang lain. Selain membuatnya dalam bentuk buku yang ber-ISBN, Rizal juga telah mengantongi sertifikat HAKI (Hak Atas Kekayaan Intelektual) dari aplikasi yang dibuatnya.

Hal unik kembali ditemukan Rizal ketika mendaftarkan karyanya. ”Saya juga sangat kaget. Karena saat mengurusnya, hanya butuh waktu kurang lebih enam menit. Begitu teregistrasi, saya pergi ambil teh untuk diminum. Setelah itu saya kembali cek, ternyata sudah terbit sertifikatnya. Mungkin karena ini hal baru sehingga cepat prosesnya,” tandas Rizal.

Diakui Rizal, aplikasi yang diciptakannya saat ini masih dasar dan perlu dikembangkan secara terus menerus. Sebab dalam statistika memiliki banyak metode. Untuk itu dirinya akan memperkaya aplikasi LoSaRI dengan metode yang lagi populer saat ini. Juga menambahkan fitur lain, misalnya bagaimana bisa langsung ada interprestasi. Sehingga penggunanya tidak perlu lagi susah-susah mencari hasilnya, diterima atau tidak. (*/rus)




×


Ciptakan Aplikasi LoSaRI, Urus HAKI Hanya Enam Menit

Bagikan artikel ini melalui

atau copy link