MAKASSAR, BKM–Pelaksana tugas (Plt) Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman (ASS) belum ditetapkan sebagai Gubernur Sulsel yang difenitif.
Bahkan tidak tertutup kemungkinan ASS bisa bekerja hingga masa jabatannya berakhir tanpa didampingi oleh wakil.
Hal tersebut karena Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Sulawesi Selatan belum mengesahkannya dalam rapat paripurna.
Wakil Ketua DPRD Sulsel Muzayyin Arif mengakui hal itu tergantung dari keputusan Kementrian Dalam Negeri (Kemendagri).
Politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Sulsel ini mengemukakan bila sampai saat ini belum ada keputusan resmi dari Kemendagri. “Karena itu belum kita agendakan. Insya Allah segera kami jadwalkan setelah keputusan resmi dari Kemendagri kami terima,”ujar Muzayyin Arif, Rabu (5/1).
Sebelumnya, Wakil Ketua DPRD Sulsel Ni’matullah membeberkan bila DPRD Sulsel menyiapkan tiga rapat paripurna. Paripurna pertama yakni penetapan ASS sebagai gubernur definitif. Paripurna kedua yakni terkait pengajuan nama dan penetapan bakal calon wakil gubernur dari tiga partai pengusung yakni PDIP, PKS dan PAN. Serta paripurna ketiga yakni pemilihan dan penetapan calon wakil gubernur terpilih.
Seperti diberitakan sebelumnya, Gubernur Sulsel non aktif Nurdin Abdullah (NA) batal untuk mengajukan banding di pengadilan tinggi tindak pidana korupsi.
Keputusan itu membuat pemerintah pusat akan melakukan penetapan gubernur definitif untuk ASS.
Politisi Partai Amanat Nasional (PAN) Sulsel Andi Irwandi Natsir berharap semoga ASS dimudahkan segala ikhtiar nya menjalankan roda pemerintahan yang tersisa satu tahun lebih. “Kami hanya bisa menyampaikan doa-doa baik kepada beliau berdua,”ucap anggota DPRD Sulsel dua periode ini.
Sedikitnya ada lima tokoh yang dinilai mampu mendapat tempat sebagai wakil Gubernur mendampingi ASS.
Kelima tokoh itu yakni Andi Ansyari Mangkona dari PDIP, Ashabul Kahfi dan Hatta Rahman dari PAN, Ariady Arsal dan Amri Arsyid dari PKS.
Tiga nama lain bisa juga diajukan oleh salah satu parpol pengusung. Ketiganya yakni Adnan Purichta Ichsan yang juga Bupati Gowa, Taufan Pawe yang juga Wali Kota Parepare serta mantan anggota DPD RI Aziz Qahhar Mudzakkar.
Pemerhati politik dari Nurani Strategic Dr Nurmal Idrus menilai jika semua figur yang muncul layak untuk menjadi calon 02 Sulsel, jika nanti ASS benar-benar dilantik jadi Gubernur. “Posisi wagub tidaklah terlalu strategis dalam pengambilan kebijakan apalagi dengan rentan waktu yang singkat karena masa jabatan hanya sampai 2023. Hanya diperlukan wagub yang punya kemampuan mobilitas tinggi untuk berbagi tugas dengan gubernur dalam mengelilingi Sulsel,”ujar Nurmal. (rif)

