BADAN Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sulawesi Selatan, juga mencatat bahwa dalam kurun waktu tahun 2021 telah terjadi 619 kejadian bencana alam yang terhitung sejak awal hingga akhir tahun 2021.
Adapun menurut data yang dihimpun BNPB, bencana yang terjadi di sepanjang 2021 tersebut didominasi dengan bencana alam hidrometeorologi seperti banjir, banjir bandang, tanah longsor, angin puting beliung, kekeringan hingga kebakaran.
“Dari jumlah kejadian bencana tersebut, bencana hidrometeorologi seperti banjir, banjir bandang, tanah longsor, angin puting beliung masih dominan pada tahun 2021,” ungkap Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Muhammad Firda saat dikonfirmasi bencana sepanjang tahun 2021, Senin (10/1).
Bencana Alam yang terjadi di Sulsel berdasarkan data Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops-PB) untuk Tahun 2021 kejadian angin kencang telah terjadi hingga sebanyak 145 kejadian di sepanjang tahun 2021; Jumlah Kejadian 617 kali berupa bencana banjir, tanah longsor, angin kencang, kebakaran, abrasi, gempa bumi, cuaca ekstrim dan gelombang Pasang; Jumlah Korban Jiwa 19 Orang, Luka Sakit 110 Orang, Hilang 3 Orang, terdampak 134.926 Orang, Pengungsi 21.424 Orang; Kerusakan Sarana yaitu Rumah 62.348 unit, Sarana Pendidikan 213 unit, Sarana Ibadah 196 Unit, Sarana Kesehatan 85 Unit dan Perkantoran 82 Unit; Taksiran kerugian akibat bencana Rp. 66.451.296.000,-.(jun)

