MAKASSAR, BKM–Lembaga Survei seolah berlomba menampilkan hasil survei mereka. Terbaru, Indikator Politik Indonesia merilis survei teranyar tingkat keterpilihan calon presiden pada simulasi Pilpres 2024. Pada simulasi 19 nama, elektabilitas Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto berada di posisi teratas. Kemudian disusul Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo dan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan.
Hasil tersebut menunjukkan elektabilitas Prabowo berada di angka 24,1 persen, disusul Ganjar 20,8 persen dan Anies 15,1 persen.
Di bawahnya ada Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono 6,8 persen, Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil 5,5 persen, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Salahuddin Uno 3,9 persen, dan Menteri Sosial Tri Rismaharini 3,2 persen.
Sementara nama calon potensial lain masih berada di bawah 2 persen.
Meskipun Anies ditempatkan pada urutan ketiga, buat Mileanies24 publikasi itu sudah sangat baik, mengapa?
“Pertama, hasil ini bagi Anies pasti sangat natural karena kami tahu pasti Anies tak punya keterikatan dengan Indikator Politik Indonesia sehingga angka 15,1 % sudah angka yang sangat baik buat Anies karena angka ini pasti tampa framing. Artinya angka 15,1% sudah mentok ke bawah, ndak mungkin lagi dibawah angka itu meskipun sudah mengutak-atik margin of error,”ujar Ketua Umum Jaringan Nasional Mileanies24 Muhammad Ramli Rahim, Minggu (9/1).
Yang kedua, menurut Ramli Rahim bila Anies sesungguhnya belum bekerja, Anies masih fokus membangun DKI dalam sisa 9 bulan masa tugas.
Meskipun 23 janji kampanye Anies semuanya sudah ditunaikan, namun Anies masih fokus menyempurnakan hasil-hasil karyanya bersama seluruh jajaran pemprov DKI dan warga DKI.
“Ketiga, framing negatif Anies masih terus digelorakan , misalnya Anies gagal, Anies tidak kerja, Anies tidak berprestasi, Anies tidak becus hingga Anies pembohong. Namun semua framing negatif soal Anies akan dengan sendirinya terbantahkan ketika Anies nantinya menuntaskan masa jabatannya dengan segala karya yang telah dihasilkannya,”jelas Ramli.
Keempat, Anies bukan orang parpol sehingga tak memiliki struktur jaringan partai yang mensosialisasikan Anies dengan segala prestasinya, sehingga apa yang tergambar dalam elektabilitas Anies adalah pergerakan yang sifatnya organik dan pasti militan.
“Oleh karena itu, relawan Anies tak peduli dengan publikasi-publikasi hasil survei tersebut karena kami yakin hasil sesungguhnya, Anies jauh lebih baik. Relawan akan terus bergerak menyampaikan hasil-hasil karya Anies, kebijakan Anies dan keberpihakan Anies,”pungkas Ramli Rahim. (rif)

