WAJO, BKM — Perputaran roda perekonomian di Kabupaten Wajo dibawah kepemimpinan Amran Mahmud cukup baik di Indonesia. Realisasi Kredit Usaha Rakyat (KUR) hingga Desember 2021 mencapai Rp 1.08 triliun menjadi bukti.
Berdasarkan data aplikasi Sistem Informasi Kredit Program (SIKP) Desember 2021, Kabupaten Wajo menempati urutan ke tiga tertinggi di Sulsel dibawah Kota Makassar dan Bone.
Realisasi KUR ini sangat menggembirakan. Meski masa Pandemi Covid-19 tapi justru mengalami pertumbuhan yang signifikan, yakni 30,76 persen dari realisasi KUR pada Desember 2020, Rp 825,95 miliar.
Kepala Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara (KPPN) Watampone, Rintok Juhirman Minggu (16/1) via ponsel membenarkan kenaikan realisasi KUR di Wajo.
Jika dilihat dari jumlah debitur KUR, Kabupaten Wajo merupakan yang terbesar ketiga yaitu 29.890 debitur atau 7,53 persen dari total debitur di Sulsel sebanyak 396.967 debitur sampai dengan Desember 2021.
“Dilihat dari jenis skema kredit, kredit mikro merupakan yang terbesar realisasi di Kabupaten Wajo sebesar Rp769,13 miliar atau 71,21 persen dari total realisasi sebesar Rp1,08 triliun. Disusul, kredit kecil sebesar Rp280,52 miliar atau 25,97 persen sementera, untuk Kredit Super Mikro (Supermi) terealisasi sebesar Rp30,36 miliar atau 2,81 persen,” jelasnya.
Sementara, untuk penyalur KUR di Kabupaten Wajo, Bank BRI merupakan yang terbesar realisasi sampai dengan Desember 2021, yaitu Rp833,64 miliar atau 77,19 persen dari total sebesar Rp1,08 triliun. Bank Mandiri Rp129,14 miliar atau 11,96 persen. Bank BNI Rp90,05 miliar atau 8,34%, Bank Syariah Mandiri Rp17,39 miliar atau 1,61 persen, BPD Sulselbar Rp 6,01 miliar atau 0,56 persen.
BNI Syariah Rp1,96 miliar atau 0,18 persen, Bank BRI Syariah Rp1,38 miliar atau 0,13 persen, Bank Sinarmas Rp350,00 juta atau 0,03 persen. Bank BRI Agro Rp 100 juta atau 0,01 persen.
Rintok menilai, semakin banyak pelaku UMKM yang memanfatkan KUR sebagai salah satu sumber pembiayaan yang murah. Hal tersebut disebabkan KUR mendapatkan subsidi bunga dari Pemerintah. Terlebih dalam masa pandemi Covid-19 saat ini, bukti nyata pemerintah hadir membantu UMKM bangkit.
Kabid Bidang Pengembangan UMKM Dinas Perindagkop dan UKM Kabupaten Wajo, Andi Rahmayanti menyampaikan, pihaknya akan terus mendorong pengembangan usaha mikro kecil dan menengah dengan pemanfaatan KUR.
(ono/C)

