WAJO, BKM — Bupati Wajo, Amran Mahmud berharap Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Wajo meneguhkan jati diri sebagai organisasi ulama yang memiliki tanggung jawab besar dalam mengawal perjalanan umat. Terlebih sebagai lembaga yang mewadahi ulama, zuama, dan cendekiawan Islam, dalam membimbing, membina, sekaligus mengayomi kaum muslimin.
“MUI Kabupaten Wajo banyak memberikan kontribusi yang cukup besar dalam menjaga dan memelihara kualitas keagamaan dan pendidikan masyarakat. Apalagi didukung dengan komposisi kepengurusan MUI yang baru dikukuhkan memiliki kualitas SDM (sumber daya manusia) yang tidak perlu diragukan lagi,” ujar Mahmud dalam pelantikan dan pengukuhan pimpinan MUI Wajo di ruang pola Kantor Bupati Wajo, Senin (17/1).
Amran kompak hadir bersama Wabup Amran, menekankan keberadaan MUI sangat penting dan berarti bagi pemerintah. Ke depan, MUI harus bisa menjadi penggerak dalam peningkatan wawasan keberagaman, menjaga kerukunan umat beragama, dan membantu pemerintah daerah dalam melaksanakan pembangunan.
“Harapan saya agar MUI Kabupaten Wajo segera melakukan rapat kerja dan menyusun program kerja yang mumpuni serta membuat fatwa-fatwa yang bisa dijadikan acuan dalam menjalankan program pemerintahan, pembangunan, dan kemasyarakatan serta kebudayaan dan adat istiadat,” tutur Ketua Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) Wajo ini.
Amran menyinggung masih banyaknya ritual adat yang berkembang di tengah masyarakat. Hal ini membutuhkan fatwa dari MUI sehingga ada keseragaman aturan.
MUI benar telah menjalankan fungsinya dan menjadi mitra strategis dan menjadi pilar pembangunan keagamaan di Bumi Lamaddukelleng.
Sementara itu, Ketua MUI Sulsel, AGH Najamuddin Abduh Safa mengatakan secara kelembagaan MUI hadir untuk membangun sinergi dengan semua pihak. Bukan hanya Pemkab Wajo, tetapi semua lembaga yang ada di Wajo.
“Terima kasih kepada Pemkab Wajo atas sinergi yang terbangun selama ini, ke depan kami berharap agar sinergi yang terbangun selama ini semakin mengukuhkan kehadiran Majelis Ulama Indonesia sebagai lembaga yang bijak dan mencerdaskan,” kata Najamuddin. (ono/C)

