WALI KOTA Makassar Mohammad Ramdhan Pomanto bersama Kepala Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Sungai Pompengan-Jeneberang meninjau kolam regulasi Nipah-nipah, Kamis (20/1). Kunjungan tersebut dilakukan untuk melihat langsung kondisi kolam regulasi tersebut. Berdasarkan pantauan sore kemarin, kondisinya masih aman.
Kepala BBWS Sungai Pompengan-Jeneberang, Djaya Sukarno menjelaskan tinggi air di Sungai Tallo sekitar 5,7 meter. Sementara tinggi air di kolam regulasi 4 meter. Berarti masih ada selisih 1,7 meter. Itu setara dengan kemampuan menampung air 1,4 juta meterkubik.
Dia mengatakan, jika kondisi hujan terus menerus terjadi dalam waktu 44 jam, maka kolam regulasi tidak bisa lagi menampung luapan air dari sungai. “Jadi statusnya masih waspada. Hilirnya sendiri belum banjir. Ini bisa bertahan sampai Sabtu pagi. Semoga hujannya tidak terjadi terus menerus,” ujarnya.
Dia melanjutkan, fungsi kolam regulasi Nipah-Nipah ini untuk mereduksi air yang berada di Sungai Tallo.
Jika dilihat prediksi BMKG, hingga beberapa hari ke depan, hujan deras masih akan mengguyur wilayah Makassar dan sekitarnya. Diharapkan curah hujan bisa berkurang sehingga kolam regulasi masih bisa bekerja maksimal mengatur air. Karena ketika hujan berkurang dan air surut, petugas bisa mengeluarkan air menggunakan pompa.
“Kami secara reguler akan melaporkan ke teman-teman seluruh Sulawesi Selatan kondisi kolam regulasi ini,” jelas Djaya.
Selain itu, untuk penanggulangan banjir dan genangan, BBWS Jeneberang mendapat bantuan dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) memberikan dua unit pompa dengan kapasitas cukup besar. Satu unit mampu memompa air 250 liter per detik. Artinya, dua pompa berkapasitas 500 liter per detik. Pompa ini bisa digunakan di daerah-daerah tergenang banjir yang airnya tidak bisa mengalir akibat saluran drainasenya buruk.
Sementara itu, Wali Kota Makassar Mohammad Ramdhan Pomanto berharap agar cuaca bisa lebih kondusif. Hujan tidak lagi sederas beberapa hari terakhir. Walaupun prediksi BMKG, hujan deras masih akan terjadi hingga tiga hari ke depan.
Selain berkoodinasi dengan BBWS Pompengan Jeneberang, dia juga sudah menginstruksikan stakeholder terkait untuk memaksimalkan pintu-pintu air di beberapa saluran drainase. Dan memperbaiki pompa-pompa air milik Pemkot Makassar.
“Jadi kita sudah saling memback up. Kami juga akan memaksimalkan 12 pintu-pintu air kami. Saya sudah perintahkan untuk diperbaiki semua pompanya yang rusak semua. Di Petta Rani, ada beberapa,” kata Danny.
Dia juga bersyukur karena BBWS Pompengan Jeneberang saat ini punya pompa air dengan kapasitas cukup besar. Pompa tersebut bisa digunakan untuk mengeringkan tempat-tempat yang tergenang. “Dan yang menarik, hari ini (kemarin), kita dapat bantuan pompa dari pusat yang sebentar kita akan lihat untuk mengantisipasi tempat-tempat yang tergenang. Misalnya yang punya tanggul tinggi untuk bisa dialihkan airnya secara mekanis,” tandasnya. (rhm)

