pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken
pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken

Teliti Layanan Syahbandar Makassar, Direktur Polimarim AMI Raih Doktor di UNM

MAKASSAR, BKM — Direktur Politeknik Maritim (Polimarim) AMI Makassar Amrin Rani kini resmi menyandang gelar doktor. Ia menjalani sidang promosi doktor secara daring yang dilaksanakan Program Pascasarjana (PPs) Universitas Negeri Makassar (UNM), Senin, 24 Januari 2022.

Amrin berhasil mempertahankan disertasi berjudul Implementasi Kebijakan Pelayanan Publik Dalam Layanan Penjagaan, Patroli dan Penyidikan pada Kantor Kesyahbandaran Makassar. Dalam sidang promosi yang berlangsung selama 90 menit tersebut, Amrin dinyatakan lulus sebagai doktor UNM dengan predikat sangat memuaskan.

Sidang promosi dibuka ketua sidang yang juga promotor sekaligur Rektor UNM Prof Dr Ir H Husain Syam,MTP,IPU,ASEANEng. Hadir Co Promotor Prof Dr H Hamsu Abdul Gani,MPd (Direktur PPs UNM). Sementara tim penguji adalah Prof Dr Rifdan,MSi, Prof Dr Ir Jasruddin,MSi, Prof Dr Baso Jabu,MHum, dan Dr Risma Niswaty,SS,MSi. Penguji Eksternal adalah Dr Drs Beatus Tambaib MA (Rektor Universitas Musamus, Merauke).

Amrin meraih gelar doktor dengan masa studi empat tahun pada Program Studi Administrasi Publik (S3) PPs UNM. Bapak dua anak ini merupakan doktor ke-1.016 dari UNM dan lulusan doktor Administrasi Publik UNM ke-318.

Latar belakang penelitian Amrin Rani sejalan dengan reformasi birokrasi yang dilakukan pemerintahan Republik Indonesia yang terus mengalami pergeseran. “Reformasi birokrasi pemerintahan diharapkan mampu membawa perubahan terhadap kehidupan birokrasi. Terutama agar tercipta birokrasi yang bersih serta melayani dengan sepenuh hati kepada masyarakat. Termasuk pemerintah di tingkat daerah, terkhusus lokus penelitian di syahbandar,” ujarnya.

Berita Terkait:

Karena itu, penulis ingin melihat bentuk pelayanan yang ada di Kesyahbandaran Utama Makassar, khususnya dalam bidang penjagaan, patroli dan penyidikan.

Sementara itu, novelty atau kebaruan dari penelitian Amrin Rani adalah implementasi pelayanan publik dengan prinsip New Publik Services di Kantor Kesyabandaran Utama Makassar. Utamanya dengan menggunakan teori Edward III dengan fokus tujuan sebagaimana dalam teori Grindle dapat diwujudkan melalui tiga tahap.

Yakni, pertama pembenahan atas paradigma pelaksana pelayanan publik, kedua penguatan akuntabilitas dalam layanan publik, dan ketiga peran aktif masyarakat. Ketiga tahap tersebut dicapai dengan memperbaiki pola komunikasi, struktur birokrasi, disposisi dan struktur biroktasi yang simpel.

Adapun tiga rumusan masalah yang diangkat, pertama bagaimana bentuk pelayanan publik yang dilakukan Kantor Kesyahbanaran Utama Makassar di Bidang Penjagaan, Patroli dan Penyidikan? Kedua, bagaimana pelaksanaan standar kebijakan pelayanan publik dengan prinsip New Public Services pada Kantor Kesyahbandaran Utama Makassar? Ketiga apakah faktor determinan penerapan New Public Services dalam penyelenggaraan peleyanan publik oleh Kantor Kesyahbandaran Utama Makassar?

Faktor determinan yang menjadi pengaruh adalah aspek sumber daya manusia yang berkualitas yakni kepemimpinan dan kemampuan dan kecukupan staf. Berikutnya partisipasi masyarakat sebagai kontrol terhadap kinerja pelayanan publik dan aspek sarana dan prasarana yang mendukung dalam pemberian layanan.

Kesimpulan penelitian, ditemukan bahwa praktik pelayanan yang ada di Kesyahbandaran Utama Makassar masih terbilang kurang sempurna. Masih dijumpai pelayanan yang terkadang tidak sesuai dengan Standar Operasional Prosedural.

Lalu layanan yang tidak mencantumkan secara jelas besaran biaya yang dibutuhkan untuk mengakses layanan yang ada, dan kurangnya akses masyarakat untuk melakukan kontrol terhadap kinerja tersebut.

Pelaksanaan layanan publik dengan prinsip new public services dapat dengan melakukan pembenahan atas paradigma pelaksana dalam pelayanan publik, penguatan akuntabilitas dalam pelayanan publik, peran aktif masyarakat sebagai kontrol sosial dalam pelayanan publik.

“Adanya peran aktif masyarakat sebagai citizen kontrol untuk memastikan layanan yang berkualitas,” jelas
Amrin Rani.

Kemudian kemampuan sumber daya pelaksana dalam memberikan layanan baik dari segi kualifikasi, kompetensi, kemauan serta paradigma menjadi pendukung keberhasilan.

“Pemenuhan kebutuhan di bidang sarana dan prasarana di Kantor Kesyahbandaran Utaam Makassar untuk mendukung implementasi pelayanan yang ada,” pungkasnya.

Prof Jasruddin bertanya tentang korelasi dan komitmen Polimarim sebagai institusi akademik dengan Syahbandar, program Nawa Cita pemerintah dan Tol Laut.  “Program tol laut ini adalah andalan pemerintah. Sejalan dengan itu, bagaimana yang akan Anda lakukan?” tanya mantan kepala Lembaga Layanan Dikti Wilayah IX Sultan Batara ini.

Amrin menjawab, dengan adanya tol laut, sebagai bagian dari Nawa Cita presiden, pihak Polimarim berkomitmen penuh dengan penyediaan SDM yang mumpuni. “Semakin banyak pelabuhan dan dermaga dibangun, tentu akan membuat lulusan kami mendapat kesempatan besar untuk terserap,” jawab Amrin.

“Sejalan dengan itu, kami akan membekali mereka dengan ilmu yang update dan membuat mereka kompeten,” lanjutnya.

“Kemudian, Syahbandar Makassar harus melakukan perubahan. Terutama dengan pelayanan publik, harus transparansi mulai dari tarif. Jangan hanya layani orang-orang tertentu,” tuturnya.

“Tentang pengembangan kampus, mental lembaga ini harus lebih baik ke depan. Menjawab tantangan
ilmu, dan kompetensi,” pungkasnya.

Direktur PPs UNM Prof Dr H Hamsu Abdul Gani,MPd yang juga Co Promotor melontarkan pernyataan yang menyebut masih terdapat layanan yang tidak terstandar. Selain itu kualitas dari SDM itu sendiri yang masih kurang memadai.

“Melihat kenyataan tersebut, sebagai peneliti dan dikaitkan dengan posisi promovendus sebagai direktur, apa yang akan dilakukan?” tanyanya.

Amrin menjawab, jika peningkatan kualitas SDM di lingkup kantor Kesyahbandaran Utama Makassar hal yang utama. “Untuk SDM, semua harus memiliki standar kompetensi. Karena itu, mereka masih harus diperbaiki jika ingin mendapatkan mutu layanan yang baik,” ujarnya.

Pada kesempatan sidang promosi itu, Rektor UNM Prof Husain Syam mempersilakan Kepala LLDikti Wilayah IX Sultan Batara Drs Andi Lukman,MSi untuk memberikan testimoni. “Saya yakin dan percaya, saudara saya Andi Amrin lebih menguasai ilmu pelayaran dan kepelabuhanan. Satu kata untuknya; jagoki!” tandas Andi Lukman. (*/rus)




×


Teliti Layanan Syahbandar Makassar, Direktur Polimarim AMI Raih Doktor di UNM

Bagikan artikel ini melalui

atau copy link