MAROS, BKM — Kegiatan siswa SMK SMTI Makassar dalam rangka pelaksanaan program kerja Paskibra untuk penerimaan anggota baru berujung tragedi. Dua orang meninggal dunia, sementara empat lainnya luka parah. Mereka tertimpa pohon pinus saat istirahat di dalam tendanya masing-masing di kawasan wisata Hutan Pinus Talatala, Kecamatan Tompobulu, Kabupaten Maros, Sabtu (29/1) pukul 15.30 Wita.
Dekris Cristian Patinggi (19), warga Jalan Parumpa Biringkanaya, Makassar, mengalami luka dalam karena tertindas pohon di bagian perut dan meninggal di dalam tenda. Fadil (19), berlamat di Moncongloe, Maros, mengalami luka dalam mengeluarkan darah pada mulut dan meninggal dunia di Puskesmas Tompobulu.
Sementara empat lainya mengalami luka berat, yakni Rausyah alias Ocang (16), warga BTN Kodam II Manuruki, Biringkanaya, Makassar
mengalami luka dalam dan sesak napas serta luka robek bagian kepala belakang. Resky Ramadhini, (18) warga BTN Kodam II Manuruki, Biringkanaya, Makassar luka dalam dan sesak nafas. Aswah (18), berdomisili di Jalan Perintis Kemerdekaan Km 16 Makassar
mengalami luka patah pada bagian paha.
Satu korban lainnya adalah Fadil (19), warga Moncongloe, Kabupaten Maros.
Kapolsek Tompobulu AKP Sunardi, mengatakan siswa siswi SMK-SMTI berada di kawasan obyek wisata hutan pinus Talatala dalam rangka kegiatan Paskibraka angkatan VII, VIII, dan IX sejak hari Jumat (28/1). Jumlah rombongan mereka kurang lebih 30 orang. Termasuk pembina dan alumni SMTI Makassar.
“Ada sekitar 20 orang siswa yang dikader. Ditambah pembina kegiatan serta alumni dari SMTI sebanyak 10 orang,” ujar AKP Nardi.
Saat para peserta mengikuti kegiatan , lanjut AKP Nardi, wilayah taman wisata diguyur hujan lebat dan angin kencang sekitar 15 menit. Ketika itu para peserta berlarian mengamankan barang-barangnya untuk dimasukan ke dalam tenda.
Tetiba dua pohon pinus yang berada di atas tenda peserta tumbang menimpa tenda perkemahan dan tenda tempat kegiatan. Akibatnya, dua peserta kegiatan menjemput ajaln dan empat lainya mengalami luka parah. Mereka pun langsung dilarikan ke Puskesmas terdekat untuk mendapatkan perawatan medis.
“Semua korban, baik yang tewas maupun yang luka-luka langsung kami evakuasi ke Puskesmas Tompobulu,” kata mantan kapolsek Bajeng ini.
Disebutkan kapolsek, jenasah kedua korban yang meninggal dunia sudah dievakuasi akan diserahkan ke anggota keluarganya masing masing untuk dibawa ke rumah duka. Sementara korban yang luka dirujuk ke RSUD Palaloi Maros untuk mendapatkan perawatan medis.
Terkait surat izin berkegiatan untuk rombongan siswa siswi SMTI Makassar ini, diakui kapolsek, sudah ada sejak Jumat malam. Namun itu sifatnya hanya surat pemberitahuan. Surat diantar ke polsek bersamaan ketika rombongan menuju ke Taman Wisata Pohon Pinus Talatala.
“Kami belum sempat berkordinasi dengan panitia kegiatan, tiba-tiba datang bencana ini,” sebut kapolsek.
Terkait kasus ini, polisi sudah meminta keterangan dari panitia kegiatan. “Penyidik sementara melakukan pemeriksaan kepada para panitia dan rekan-rekan korban yang melihat langsung kejadian tersebut,” tandasnya.
Ditutup Sementara
Insiden pohon tumbang yang menewaskan dua Paskibra SMK-SMTI Makassar, berbuntut. Bupati Maros AS Chaidir Syam berencana menutup lokasi wisata Hutan Pinus Talatala.
Hal ini ia sampaikan saat mengahadiri penanaman pohon di Kecamatan Tanralili, Kabupaten Maros, Minggu (30/1).
”Peristiwa ini sangat tidak terduga. Saat kejadian angin sangat kencang mengakibatkan pohon tumbang dan menimpa peserta yang sedang berkegiatan di lokasi tersebut. Sehingga untuk sementara Hutan Pinus Talatala akan ditutup,” ujarnya.
Tak hanya Talatala, kata dia, lokasi wisata rawan bencana lainnya pun akan ditutup.
“Kita berharap lokasi wisata yang rawan pohon tumbang dan bencana lainnya akan kita tutup. Untuk Hutan Pinus Talatala, saat ini kami akan tutup sementara dan kemudian melakukan investigasi, apa yang terbaik bagi pengunjung,” tambahnya.
Ia pun mengimbau kepada masyarakat agar menghindari lokasi wisata yang rawan bencana.
“Cuaca saat ini sangat ekstrem. Untuk itu kami berharap agar saat ini pengunjung menghindari lokasi wisata yang sangat berpotensi bencana, seperti pohon tumbang dan lainnya,” tutupnya.
(ari/b)

