MAKASSAR, BKM–Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI) tidak memiliki hubungan dengan partai politik. Hal itu disampaikan mantan koordinator Presidium KAHMI Sulsel HM Roem, di DPRD Sulsel, Rabu (2/2).
Menurut HM Roem yang pernah tercatat sebagai Wakil Ketua Golkar Sulsel ini, di KAHMI itu terisi para tokoh dengan berbagai latar belakang organisasi hingga partai politik, namun tidak punya kaitan dengan politik. “Kalau mau berpolitik, yah silahkan gabung partai,”ujar mantan ketua DPRD Sulsel ini.
KAHMI baru saja menggelar musyawarah wilayah (muswil) X di Hotel Novotel jalan Khairil Anwar Makassar, Sabtu (15/1) malam.
Sebanyak tujuh orang terpilih sebagai presidium. Lantas apakah ketua presidium KAHMI Sulsel masih tetap ditangan politisi Golkar atau pindah ketangan politisi lain atau bahkan ke tangan akademisi.
Koordinator presidium itu sesuai aturan diberi kesempatan secara bergilir.
Seperti diketahui, dua nama yang cukup bersaing antara politisi Golkar Muhammad Nasir dengan politisi Demokrat Ni’matullah Erbe.
Nama keduanya disebutkan akan diputuskan oleh sekjen KAHMI Manimbang Kahariafi bersama Kamrusamad.
Selain Muhammad Nasir dan Ni’matullah, juga ada nama anggota Fraksi Golkar DPR RI Muhammad Fauzi.
Muhammad Fauzi pernah tercatat sebagai Ketua majelis daerah KAHMI Luwu Utara itu menyampaikan terima kasih atas kepercayaan dari para majelis daerah pemilik hak suara.
Berdasarkan hasil perhitungan, politisi Partai Golkar Muhammad Natsir berhasil meraih dukungan (20 Suara) dari 22 majelis daerah, kemudian disusul Prof Mustari Mustafa (19 Suara) Muhammad Fauzi (18 Suara) Fadriati (18 Suara) Kemudian Aminuddin Syam (17 Suara), Ni’matullah (15 suara) Bahtiar Manadjeng (14 Suara)
“Koordinator itu diberi kesempatan bergilir, apakah delapan bulan atau satu tahun,”pungkas HM Roem. (rif)

