MAKASSAR, BKM — Kementerian Kesehatan RI bersama Pemerintah Provinsi Sulsel telah menandatangani perjanjian hibah daerah yang diperuntukkan untuk pembangunan Tower Building RS Otak, Jantung dan Kanker di Kawasan center point of Indonesia (CoI), yang dilakukan di ruang rapat pimpinan kantor Gubernur Sulsel, Senin (7/2).
Dirjen Yankes RI, Prof Kadir, mengungkapkan, setelah penyerahan hibah daerah, akan ditindak lanjuti dengan tender perencanaan dan DID yang nantinya memakan waktu sekitar 30 hingga 40 hari.
Sebanyak Rp1,2 triliun anggaran untuk Pembangunan Tower Building RS Otak Jantung dan Kanker Multiyears yang akan dimulai TA 2022 dengan Standard International.”Insyaallah akan segera hadir dengan ditandatanganinya hibah tanah pada hari ini,”jelasnya.
Komitmen dengan Kemenkes RI juga akan mengakomodir 20 persen kebutuhan tenaga kesehatan (nakes) dari pemprov sebagai SDM dalam operasional RS.
“Setelah itu nanti langsung tender fisik 40 hari, kami harapkan itu paling lambat Juni sudah groundbreaking,” ungkapnya.
Lanjut, Prof Kadir menyebutkan, pembangunan RS Otak Jantung dan Kanker ini akan dikerjakan secara bertahap atau multi years yang dimulai pada tahun ini, dengan lahan yang dihibahkan seluas 6,8 hektar.
Nantinya anggaran dibutuhkan yaitu Rp 1,2 ,triliun dan tahun pertama akan digelontorkan anggaran Rp 400 miliar dan ditargetkan operasionalnya pada 2024.
“Luas lahan yang dihibahkan 6,8 ha tetapi nanti yang akan kita gunakan sekitar 40 persen untuk fisik karena yang akan kita bangun adalah tower, disamping itu akan dikelilingi taman cantik, kolam, dan dibangun kelas internasional di RS kawasan timur. Karena kota Makassar dan Provinsi Sulsel merupakan pintu masuknya untuk informasi bagian timur. Total yanga kan digelontorkan sebesar Rp1,2 Triliyn tapi tahun ini kita anggarkan Rp400 miliar, ini multiyears,” jelasnya.
Sementara, Pelaksana tugas Gubernur Sulsel Andi Sudirman mengatakan sejak awal pembangunan Rumah Sakit Rujukan Otak, Jantung dan Kanker di kawasan CoI telah merujuk pada Rencana Detail Tata Ruang (RDRT) dengan anggaran Rp1,2 triliun.
Nantinya Rumah Sakit Otak Jantung dan Kanker ini akan dibangun tiga tower dengan standar internasional serta menjadi rumah sakit rujukan di Kawasan Indonesia Timur.
Kita tahu bahwa Sulsel termasuk penyumbang terbesar pada angka kematian Nasional yang sudah sepatutnya memiliki RS Standard International Otak Janjung dan Kanker.
Ini juga antinya akan menjadi Rumah Sakit Riset sehingga akan memiliki nilai peluang pengembangan diri kepada para Nakes lokal.
“Jadi, kita sudah kerjasama termasuk kerjasama pemanfaatan nakes dengan provinsi, 20 persen dari kebutuhan minimal akan disuplai dari nakes Sulsel dan itu akan diseleksi kementerian, tapi paling tidak kita siapkan nakes, ada ribuan nakes kita punya kesempatan berkontribusi di tempat ini. Karena ini adalah RS yang akan jadi percontohan nasional,” tuturnya.
Terakhir, Andi Sudirman mengaku alasan memilih Kawasa CPI menjadi rumah sakit rujukan otak jantung dan kanker karena tempatnya yang strategi serta merupakan icon Kota Makassar.
“Karena paling strategis tempatnya dan memang CPI sudah jadi ikon Sulsel termasuk bagaimana kita lihat wisata di CPI, kuliner ramai, kemudian bagaimana ikon kita bangun di sana, sistem moda transportasi juga sudah kita bangun, teman bus sudah melintas di depan CPI, nanti akan jadi transportasi massal,” pungkasnya.
Nantinya anggaran dibutuhkan yaitu Rp 1,2 ,triliun dan tahun pertama akan digelontorkan anggaran Rp 400 miliar dan ditargetkan operasionalnya pada 2024. (jun)

