GOWA, BKM — Senin sore (14/2) di jalan poros Malino. Tepatnya di Kelurahan Bontomanai, Kelurahan Bontomanai, Kecamatan Bontomarannu, Kabupaten Gowa. Sejumlah pekerja tengah melakukan pengecoran lantai dua sebuah ruko.
Tanpa didugan, tetiba lantai tersebut ambruk. Akibatnya, lima buruh yang tengah bekerja menjadi korban. Mereka tertimpa material cor, kayu serta penyanggah papan penahan semen cor. Korban masing-masing Rustam (45), Tawang (50) dan Mile (52). Ketiganya warga Jalan Dahlia, Kelurahan Batangkaluku, Kecamatan Somba Opu. Mereka mengalami luka-luka pada siku kiri, bibir dan lecet pada pinggang bagian belakang.
Sementara dua korban lainnya adalah Mabe (45), warga Samata, Kecamatan Somba Opu. Serta Adi (22), berdomisili di Palleko, Kabupaten Takalar. Mereka juga terluka di sejumlah bagian tubuhnya.
Kelimanya sempat dilarikan ke Puskesmas Bontomarannu untuk mendapatkan pertolongan pertama. Namun Adi harus dirujuk ke RSUD Syekh Yusuf, Sungguminasa lantaran lukanya agak parah, yakni pada bagian kepala.
Peristiwa nahas kecelakaan kerja ini berawal ketika proses pengecoran lantai dua menggunakan mobil molen yang dikendalikan operator bernama Hendrik. Entah kenapa, saat aktivitas pengecoran berlangsung, bagian atas bangunan yang sementara dicor ambruk dan melukai para pekerja.
Kapolsek Bontomarannu Iptu Bahtiar yang dikonfirmasi, Selasa (16/2) pagi mengatakan, atas kejadian tersebut, pihaknya masih melakukan penyelidikan.
“Sementara kami dalami dan dilakukan penyelidikan apa penyebabnya bisa ambruk. Sementara untuk para korban, yakni buruh setempat sementara ditangani pihak medis,” ujarnya.

Data yang diperoleh BKM, bangunan ruko yang ambruk tersebut dikerjakan oleh Jozze Dafrino Titi Halawa (59), yang beralamat di Jl Borong Raya, Kompleks Delta Mas A12 Kelurahan Bitoa, Kecamatan Manggala, Kota Makassar. Sementara pengawasnya bernama Fritz Forselino Titi Halawa (26), beralamat di Jalan Bangau No 3B Kelurahan Mariso, Kecamatan Mariso, Kota Makassar.

Untuk sementara, berdasarkan olah TKP kepolisian, ambruknya ruko itu terjadi karena pada saat dilakukan pengecoran di lantai dua tiba-tiba tiang penyangga yang terbuat dari bambu patah. Akibatnya, material cor yang baru saya dipasang langsung jatuh dan menimpa buruh yang berada di lantai dasar. (sar)

