GOWA, BKM — Curah hujan yang deras disertai angin kencang terjadi sejak Minggu (20/2) sore. Akibatnya, volume air di sungai, bahkan di waduk Bilibili ikut naik.
Sesuai pantauan dari update terkini pengamanan waduk Bilibili pada Senin (21/2) pukul 11.30 Wita, kondisi elevasi waduk menunjukkan kenaikan, yakni berada pada 99,54 Mdpl (meter di atas permukaan laut).
Elevasi pada angka tersebut masih dalam status normal sesuai tingkatan angka elevasi ada, yakni elevasi normal +99,50 Mdpl, elevasi waspada +100 Mdpl, elevasi siaga +101.60 Mdpl dan elevasi awas +103.00 Mdpl
.
Berdasarkan data resmi dari Balai Besar Wilayah Sungai Pompengan Jeneberang (BBWSPJ), Kepala Seksi Humas Polres Gowa AKP Mangatas Tambunan, menyampaikan kondisi curah hujan di hulu.
Pada Senin pukul 12.20 Wita menyebutkan jika curah hujan di hulu, yakni di Malino, Sapaya, Lebong, dan area waduk Bili-bili inisitas nihil.
“Untuk saat ini elevasi waduk masih status normal, yakni 99,54 Mdpl. Saat ini pihak Balai Pompengan sementara melakukan pembukaan pintu spillway setinggi 1,5 meter pada pukul 12.00 Wita untuk membuang sedikit demi sedikit air yang tertampung di waduk,” jelas AKP Mangatas Tambunan.
Sementara untuk bendungan Karaloe yang terletak di Kecamatan Tompobulu, Kabupaten Gowa, dari update Senin (21/2) dinihari pukul jam 03.00 Wita, daerah genangan atau elevasinya mencapai +249,40 Mdpl (status waspada).
Dijelaskan AKP Mangatas Tambunan, dari tingkatan elevasi untuk bendungan Karaloe ini masing-masing elevasi normal +248,50 Mdpl, elevasi waspada +249,35 Mdpl, elevasi siaga +250,25 Mdpl, dan elevasi awas +251,20 Mdpl.
Mangatas Tambunan pun mengajak masyarakat untuk tetap meningkatkan kewaspadaan dan tidak melakukan aktivitas apapun di sepanjang bantaran sungai Jeneberang, Jenelata bahkan di sungai Kelara dan sungai Karaloe.
“Kami juga mengimbau masyarakat untuk tidak ikut memposting hal-hal yang tidak berdasarkan fakta di medsos. Ikuti perkembangan melalui informasi di berbagai media terpercaya,” ujarnya.
Terpisah, Kepala BBWSPJ Adenan Rasyid mengatakan, pihaknya telah melayangkan surat pemberitahuan kepada Gubernur Sulsel, Bupati Gowa dan Bupati Jeneponto serta kepada BPBD Gowa dan BPBD Jeneponto terkait kenaikan status elevasi waduk Bilibili maupun bendungan Karaloe.
“Dengan adanya peningkatan status elevasi ini kami sampaikan kepada masyarakat yang melakukan kegiatan penyeberangan sungai, menambang, menjala ikan di hilir bendungan Karaloe (yakni sungai Kelara dan sungai Karaloe) agar waspada dalam melakukan aktivitasnya. Sebaiknya urungkan sementara untuk menyeberang atau mencari ikan di sungai. Termasuk di sungai Jeneberang yang merupakan daerah buangan air waduk Bilibili ” kata Adenan Rasyid. (sar)

