MAKALE, BKM — Cuaca ekstrem yang terjadi saat ini telah memicu terjadinya bencana tanah longsor di Tana Toraja. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat mencatat ada sekitar 20 titik longsor yang terbesar di 19 kecamatan.
Kepala BPBD Tator Alfian Andi Lolo menjelaskan, jalan poros tertimbun longsor skala kecil materialnya dibersihkan secara gotong royong oleh warga bersama TNI
. Sementara material longsor yang menutup badan jalan dibersihkan dengan alat berat oleh Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR). ”Bahkan ada alat berat yang disewa khusus oleh pihak BPBD,” ujar Alfian, Rabu (23/2).
Untuk warga yang terdampak longsor, seperti di Rano dan Kaduaja, BPBD Tator sudah menyalurkan bantuan pangan darurat bencana. Bantuan bencana alam dari Kementrian Sosial senilai Rp1 miliar sudah tiba di Tana Toraja. Terdiri dari tenda keluarga, peralatan dapur dan alat mandi, makanan siap saji, tikar, softex. Dan menyusul bantuan beras 2,5 ton dan telur 1 ton.
Menurut Alfian, cuaca ekstrem kemungkinan waktunya panjang hingga Agustus tahun ini, dalam waktu dekat didirikan posko siaga bencana di BPBD setelah mendapat persetujuan bupati untuk memonitor situasi selama cuaca ekstrim. Termasuk pohon tumbang.
”Masyarakat Tana Toraja diimbau tetap waspada selama cuaca ektrem, terus waspada dan laporkan segera bila ada kejadian,” ujar Alfian.
Sebelumnya Bupati Tana Toraja Theofilus Allorerung, mengajak warga Tana Toraja selama cuaca ekstrem hujan lebat disertai petir dan angin kencang potensi longsor dan pohon tumbang diwaspadai.
Theo mengakui longsor dan pergerakan tanah sudah terjadi di beberapa titik, bahkan menyeret rumah warga, baik di Rano, Mengkendek, dan Sangalla, serta Bittuang.
Kepada seluruh warga Tana Toraja selalu berhati-hati beraktivitas dan waspada jika tanda-tanda hujan dan angin kencang serta petir terjadi di sekitar kita. Baik warga pejalan kaki maupun menggunakan kendaraan bermotor, lebih baik berhenti dan berlindung dari pada dipaksakan meneruskan perjalanan.
”Waspadai terus cuaca ekstrem berupa hujan sedang, lebat disertai petir dan angin kencang, sebab tidak menutup kemungkinan menimbulkan banjir, tanah longsor, dan banjir bandang,” tandas Theo.
Untuk material longsor yang menutupi badan jalan poros Buakayu-Bonggakaradeng di Dusun Semba, Lembang Buakayu, Rabu (23/2), dibersihkan personel TNI Koramil 1414-08/Bonggakaradeng dengan alat seadanya.
Turut serta gorong royong
Danramil Lettu Inf Uda Kala’lembang, dan personel TNI lainnya bersama masyarakat evakuasi material longsor menutupi badan jalan.
Pascatumpukan material tanah dievakuasi, arus lalulintas sudah lancar dan normal. Sebelumnya, warga yang melintas was-was dengan longsor susulan. Sebab intensitas hujan masih tinggi.
Longsor diakibatkan hujan lebat disertai angin kencang dan petir mengguyur wilayah Lembang Buakayu dan sekitarnya.
Koramil Bonggakaradeng Lettu Inf Uda Kala’lembang, mengatakan setelah melihat materil longsor masih menumpuk di tengah jalan dan masih susah dilewati kendaraan maupun mobilisasi bahan pokok, akhirnya pihaknya bergerak cepat dan berbuat kebaikan bersama.
”Cukup lama waktu untuk membersihkan tumpukan longsor menutupi badan jalan kurang lebih 10 meter. Namun berkat kerja keras TNI bersama warga, evakuasi material bisa selesai,” ujarnya.
Baddu Rahman, warga setempat salut dan mengapresiasi Babinsa yang selalu hadir ditengah masyarakat. ”Terima kasih atensi Koramil yang selalu hadir menyejukkan warga, baik suka maupun duka,” kata Baddu Rahman. (gus/c)

