MAKASSAR, BKM — Meskipun cuaca mulai bersahabat dan hujan tidak sederas sebelumnya, jumlah warga yang mengungsi akibat banjir di Kecamatan Manggala terus bertambah. Laporan Camat Andi Fadly, hingga Rabu (23/2), sebanyak 42 kepala keluarga (KK) dengan total 152 warga mengungsi di lima lokasi pengungsian.
Di Masjid Jabal Nur, Jalan Biola 13 Blok 10, warga yang mengungsi berjumlah 94 orang (27 KK). Di Masjid Makka Al Mukarrama Jalan Suling RW 13 sebanyak 13 orang (5 KK). Masjid Al Muthohhirin Jalan Bangkala Dalam 3 Blok 8 sebanyak 17 orang (4 KK). Posyandu Anyelir 8 Jalan Manggala Dalam 12 sebanyak 10 orang (2 KK). Di Masjid Al Muttaqin Jalan Ujung Bori Dalam 5 tercatat 18 orang (4 KK) mengungsi.
“Sejauh ini warga yang mengungsi sudah mendapat penanganan dari sejumlah stakehoder terkait,” ungkap Fadly kepada BKM, Rabu (23/2).
Dia menerangkan, sejak pagi kemarin, pihak Kecamatan Manggala bekerja sama dengan Dinas Sosial Makassar juga sudah mendirikan dapur umum untuk memenuhi kebutuhan makanan pengungsi. Dapur umum itu ditempatkan di Lapangan Bulutangkis Blok 8 Perumnas Antang.
“Jadi di sana semua bahan makanan diolah dan dimasak. Selanjutnya disalurkan ke titik-titik pengungsian,” tambahnya.
Lebih jauh dikemukakan, kondisi terakhir kemarin sore, ketinggian air di wilayah blok 10 Jalan Kecaping Raya masih di kisaran 50-80 sentimeter. Belum bisa diakses kendaraan baik roda dua maupun roda empat. “Untuk sementara perahu karet selalu standby di Blok 10, dan akan diarahkan sesuai kebutuhan,” jelas Fadly
Sementara itu, tiga lokasi di Kelurahan Bakung yang sehari sebelumnya tergenang, sudah mulai surut. Lokasi tersebut masing-masing Kampung Ce’de, Pondok Asri 1, dan Green Sudiang Resindence.
Kepala Pelaksana (Kalak) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Makassar Achmad Hendra Hakamuddin menjelaskan di Perumahan Kodam 3, Kelurahan Paccerakkang Kecamatan Biringkanaya ketinggian air masih berkisar 30-60 cm. Akses tidak bisa dilalui roda dua namun masih dapat dilalui roda empat.
Menurut Achmad Hendra, kendati curah hujan mulai berkurang, dan peringatan dini dari BMKG berakhir, namun berdasarkan prakiraan cuaca, hujan dengan intensitas sedang hingga lebat kemungkinan masih bisa terjadi.
Dia meminta masyarakat, khususnya yang bermukim di lokasi-lokasi rawan banjir untuk senantiasa waspada menyikapi perubahan cuaca yang bisa terjadi sewaktu-waktu.
Balai Besar Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Wilayah IV Makassar merilis, intensitas hujan di wilayah Sulawesi Selatan beberapa hari ke depan tidak lagi menunjukkan hujan dengan intensitas lebat. Prakirawan BMKG Rifki Yudha, mengatakan beberapa hari ke depan, mungkin masih terjadi hujan tapi sudah tidak lebat lagi. Intensitasnya telah menurun. Diperkirakan hanya berkisar ringan sedang. Hanya saja disertai angin kencang.
Untuk Kamis, 24 Februari 2022 pagi hari berawan berpotensi hujan ringan di wilayah Barru, Maros, Makassar, Gowa, Jeneponto, Bantaeng, Bulukumba, Sinjai, Selayar. Serta hujan sedang di wilayah Pangkep, Takalar. Siang/Sore hari berawan. Berpotensi hujan ringan di wilayah Belopa, Rantepao, Makale, Pinrang, Watansoppeng, Pare-pare, Barru, Pangkep, Maros, Makassar, Gowa, Takalar, Bulukumba. Sementara hujan sedang di wilayah Masamba, Malili, Palopo.
Malam hari berawan, berpotensi hujan ringan di wilayah Malili, Masamba, Palopo, Barru, Pangkep, Maros, Makassar, Gowa, Takalar. Untuk dini hari berawan berpotensi hujan ringan-sedang di wilayah Pare-pare, Barru, Pangkep, Maros, Makassar, Gowa, Takalar, Jeneponto, dan Selayar. (rhm-jun)

