pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken
pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken

Enam Tahun Dinanti, SYL Terima Gelar Professor Kehormatan

MAKASSAR, BKM — Penantian enam tahun itu terbalaskan. Dr H Syahrul Yasin Limpo,SH,MSi,MH akhirnya berhasil menyandang gelar professor kehormatan. Universitas Hasanuddin (Unhas) yang memberikan gelar tersebut didasari pada pengalaman SYL di dunia politik dan pemerintahan selama ini.
Acara pengangkatan jabatan professor kehormatan kepada SYL dalam bidang Hukum Tata Negara dan Kepemerintahan, ditandai dengan pembacaan orasi ilmiah berjudul Hibridasi Hukum Tata Negara Positivisitik dengan Kearifan Lokal dalam Mengurai Kompleksitas Kepemerintahan. Berlangsung di Ruang Senat Akademik Unhas Lantai 2, Kamis (17/3).
Rektor Unhas Prof Dr Dwia Aries Tina Pulubuhu, mengakui bahwa pengusulan gelar professor kehormatan yang diberikan Unhas kepada SYL penuh dengan banyak pertimbangan, hingga akhirnya pengusulan tersebut disetujui. Mantan gubernur Sulsel dua periode itu yang kini menjabat sebagai Menteri Pertanian itupun menjadi profesor kehormatan Unhas.
Salah satu indikator penting gelar tersebut diberikan, karena SYL dinilai sudah banyak berkontribusi besar dalam pemerintahan. Telah banyak bukti kedekatan SYL dengan masyarakat selama berkiprah dalam dunia politik dan pemerintahan.
“Usulan kami ini sejak dari tahun 2017 dan baru terealisasi sekarang. SYL kita tahu mempunyai pengalaman yang luas. Bahkan hasil pemikiran beliau merupakan persilangan akademik dengan pengalaman dalam dunia birokrasi. Karir dimulai dari bawah hingga berada pada posisi saat ini. Tidak banyak tokoh Indonesia seperti beliau,” jelas Prof Dwia.
Syahrul Yasin Limpo mengatakan, dengan pemberian gelar professor kehormatan ini, dirinya akan mengabdi dan berbagi pengalaman agar bisa membangun intelektual bangsa. Sekalipun gelar tersebut bersifat simbolik, ia tidak akan mengabaikan tugas utamanya sebagai Menteri Pertanian.
“Saya akan banyak memberikan pengalaman saya, karena tugas saya sebagai menteri begitu banyak. Professor itu simbolis akademik, bukan berarti saya tidak bisa sharing ke universitas. Tapi saya juga punya tugas penting sebagai menteri,” tegasnya.

Selain itu, dalam orasinya SYL menjelaskan hibridisasi hukum tata negara positivistik dengan kearifan lokal sudah lama dikenal. Bahkan, sejak dirinya menjadi kepala desa, fenomena tersebut telah ditemui. SYL mengaku telah akrab dengan kearifan lokal dari berbagai pesan nenek moyang.
Berdasarkan pengalaman berinteraksi dengan budaya lokal Bugis-Makassar, SYL mengingatkan sistem hukum Indonesia untuk mempertimbangkan basis budaya dan aspek sosiologis dalam teorisasi hukum. Bangsa Indonesia harus berani menentukan apa yang paling baik bagi bangsanya. Termasuk dalam membangun teori hukum yang memiliki karakteristik ke-Indonesia-an.

“Kami mendorong petani milenial dan transformasi digital dalam praktik pertanian. Karena kami sadar bahwa saat ini telah terbentuk generasi baru petani atau new peasant generation yang mengandalkan teknologi digital dan didorong oleh spirit entrepreneurship. Petani milenial ini kami harapkan bahu-membahu dengan petani generasi tua dalam memajukan dan memoderenkan pertanian Indonesia,” tuturnya.
Acara pemberian gelar tersebut berlangsung mulai pukul 09.00 Wita secara luring dengan penerapan protokol kesehatan covid-19. Prosesi pengangkatan dihadiri rektor Unhas, Senat Akademik, Dewan Professor, ketua IKA Unhas, para tamu undangan dari Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK), pejabat kementerian dan lembaga negara, serta keluarga besar. (ita)



×


Enam Tahun Dinanti, SYL Terima Gelar Professor Kehormatan

Bagikan artikel ini melalui

atau copy link