SEJATINYA, untuk meraih prestasi yang mumpuni butuh berkali-kali ikut event lomba. Namun tidak bagi Fauziah dan Sultan. Baru pertama kali mengikuti ajang Duta Pelajar tingkat Kota Makassar, mereka langsung mendapatkan juara.
SULTAN Taufik, itu nama lengkap Taufik. Usianya masih belia. Baru 12 tahun. Lahir di Makassar, 2 Februari 2009
. Saat ini duduk di bangku kelas VII SMP Negeri 1 Kota Makassar. Ia Duta Baca PORE 2022 di sekolahnya. Kemudian mengikuti ajang yang sama di tingkat Kota Makassar dan berhasil mendapatkan juara, dan terpilih mewakili Makassar di tingkat Sulsel.
Pasangan Sultan untuk maju di event tersebut adalah Nur Fauziah Ramadhany. Gadis berhijab ini lahir di Makassar, 25 September 2006. Ia tercatat sebagai siswi kelas X di SMA Muhammadiyah 1 Unismuh, Makassar. Fauziah merupakan Runner Up III Duta Pelajar Kota Makassar.
Dua remaja berprestasi ini hadir sebagai tamu dalam siniar (podcast) untuk kanal Youtube Berita Kota Makassar. Menurut Fauziah, ada sejumlah rangkaian kegiatan mesti dilaluinya pada event yang dihelat Januari 2022 itu. Di antaranya interview, tes tertulis, serta kunjungan ke sponsor.
Memasuki tahap penampilan bakat, bungsu yang berusia 15 tahun ini menunjukkan kebolehannya bermain drama tunggal (monolog) dan menggabungkannya dengan sedikit puisi. Ia mengusung emansipasi wanita. Berikut petikan baitnya.
Kami adalah wanita baru
yang penuh keberanian
Kami adalah wanita masa kini
Kami adalah Kartini muda
yang siap berjuang untuk bangsa
Tanpa rasa takut
Tanpa nyali ciut
Sebuah tonggak perlawanan
Gelora kaum wanita untuk persatuan
karena kami Kartini masa kini
Sementara Sultan, tampil dengan kemampuannya membaca puisi. Judulnya; Mangkasarakku. Ini nukilan baitnya.
Apalagi ini
Mengapa Sinrili’ tuanta Salamaka
berubah menjadi tabuhan rock and roll
Mengapa gandrang bulo diganti menjadi tabuhan Ibanez
Sultan mengaku, membaca puisi di ajang Duta Pelajar Kota Makassar menjadi pengalaman pertamanya. Sebab ia tak pernah membaca puisi sebelumnya. Walau begitu, bungsu dari tiga bersaudara ini mengaku suka puisi. Alasannya ada pada pembawaan emosinya.
Sama dengan Fauziah, Sultan mengaku belum pernah mengikuti event pemilihan duta sebelumnya. Namun, ia pernah ambil bagian pada ajang Olimpiade Matematika. Keikutsertaannya pada peilihan Duta Pelajar, karena Sultan ingin membuktikan bahwa dirinya juga bisa.
Diberi kesempatan untuk memberikan ajakan kepada sesamanya milenial, Sultan mengatakan teruslah semangat, jangan minder karena umur. ”Yakin terhadap kemampuanmu. Asah potensi dirimu. Ubahlah dirimu menjadi lebih baik sebelum kamu mengubah dunia,” begitu penegasannya.
Fauziah juga mengajak sesamanya milenial untuk tetap semangat dan terus belajar. ”Kalian harus tahu bahwa semua tempat adalah sekolah, dan semua orang adalah guru,” tandasnya. (*/rus)

