GOWA, BKM — Jarum jam menunjuk pukul 15.30 Wita, Selasa (29/3). Suasana di dalam kampus Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar (UINAM) di Samata, Kabupaten Gowa tampak ramai. Dua kelompok mahasiswa saling berhadap-hadapan.
Mereka berasal dari Fakultas Syariah dan Hukum serta Fakultas Sains dan Teknik.
Dua kubu mahasiswa ini saling lempar batu sehingga membuat aktivitas di dalam kampus terganggu. Aksi mereka menjadi tontontan bagi mahasiswa lainnya. Bahkan ada yang merekam peristiwa tersebut, lalu dibagikan ke media sosial hingga akhirnya viral.
Tak ada yang mengetahui secara pasti pemicu terjadinya bentrokan. Sesaat setelah pecahnya bentrokan, aparat keamanan dari Kodim 1409 Gowa serta Polsek Somba Opu dan Polres Gowa langsung datang ke lokasi kejadian.
Aksi saling serang silih berganti dilakukan. Lemparan batu pun berseliweran. Salah seorang mahasiswa menginformasikan bahwa bentrok terjadi menjelang sore hari. Namun, dia sendiri tidak mengetahui secara pasri apa penyebabnya.
“Saya kurang tahu apa masalahnya. Karena tiba-tiba saya melihat mahasiswa dari dua arah berbeda saling serang di lapangan,” kata mahasiswa tersebut memilih segera menghindar karena khawatir terkena lemparan batu.
Kepala SPKT Polsek Somba Opu Aiptu Al Hilal membenarkan terjadinya bentrok antara dua kubu mahasiswa di UINAM Samata ini.
“Ada sekitar 15 orang pengamanan yang turun ke lokasi. Kami belum tahu apa penyebab terjadinya bentrok,” ujarnya.
Terpisah, Wakapolres Gowa Kompol Soma Miharja yang dikonfirmasi juga mengakui adanya peristiwa di kampus yang berlokasi di Jalan HM Yasin Limpo, Kelurahan Romangpolong tersebut.
Ketika ditanya apa penyebab bentrokan, ia mengaku belum tahu.
“Kami masih menunggu laporan anggota yang sementara berada di kampus untuk melakukan pengamanan,” terangnya.
Akibat bentrokan itu, sejumlah fasilitas dalam kampus mengalami kerusakan. Salah satunya papan nama Fakultas Syariah dan Hukum.
Rektor UIN Alauddin Makassar Prof Hamdan Juhannis yang dikonfirmasdi terpisah, mengaku tidak mengetahui penyebab terjadinya bentrokan. ”Saya baru dikasih tahu tadi bahwa ada (tawuran). Kita usut dulu penyebab, karena sudah ada pihak kepolisian yang mengusutnya. Juga ada Prof Darussalam yang tangani sekarang,” ujarnya, kemarin.
Walau begitu, Porf Hamdan berjanji akan menindak tegas oknum yang terlibat dalam tindak kekerasan yang menyebabkan tawuran di lingkungan kampus lewat tim investigasi internal. ”Biar diurus dulu sama kepolisian dalang dan motif dari bentrokan. Karena kita juga punya Komite Penegakan Kode Etik. Kalau sudah ada hasilnya, pasti ditindaki,” tegasnya. (sar-ita)

