MAKASSAR, BKM — Penanganan sapi di ruas jalan Poros Antang masih belum optimal, kehadirannya masih ditemukan saat jam-jam sibuk.
Kondisi ini membuat arus lalu lintas terganggu. Selain itu beberapa ternak dilaporkan masuk ke pemukiman-pemukiman warga, merusak tanaman.
Beberapa diantaranya kerap mengais sampah hingga terhambur ke jalan. Sementara kotoran-kotorannya juga banyak berserakan.
Plh Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Sulsel, Aruddini, mengaku akan mengkoordinasikan hal ini ke tingkat kota.
Menurutnya, meski menjadi jalur provinsi, adminstrasi penanganan di sana masih tetap berada di lingkup pemerintah kota.
Melibatkan pemerintah kecamatan, dinas peternakan dan perikanan serta dinas perhubungan tingkat kota.
“Tentang gangguan itu ada di wilayah administrasi kota, itu termasuk tatanan ketertiban masyarakat. Koordinasinya ke camat untuk buatkan laporan ke Peternakan kota, sekalipun jalannya merupakan jalan Provinsi,” kata dia, Selasa (29/3).
Sementara keluhan terhadap gangguan lalu lintas juga akan ditindaki, lewat dinas perhubungan kota.
“Dishub Provinsi adalah fungsi koordinatif kebijakan, hal seperti ini tentu ada pada wilayah kerja teknis,” kata Aruddini.
“Pemrov Sulsel kalau itu sudah termasuk gangguan di jalan, tentunya kita menyampaikan ke dishub kota,” pungkasnya.
Dinas Peternakan Kota Makassar yang coba dikonfirmasi juga merasa tak betanggung jawab terhadap masalah tersebut.
Menurutnya, untuk penindakan semestinya ditangani langsung oleh Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), Camat, Lurah beserta RT dan RW.
“Kalau kami dinas pembinaan terkait pengawasan kesehatan hewan,” ujar Kepala Bidang Kabid Peternakan dan Kesehatan Hewan DP2 Kota Makassar Herliyani.
Dia mengaku DP2 telah berulang kali meminta ke seluruh peternak untuk menjaga masing-masing ternaknya.
“Sapi itu wajib dikandangkan dan disiapkan pakan, tidak boleh dibiarkan berkeliaran bebas cari makan sendiri dan bahkan mengganggu masyarakat dan lingkungannya,” ujarnya.
Sementara itu, Siti Maryam, warga Tamanggapa mengaku sangat resah dan kesulitan untuk menggunakan jalan tersebut jika sapi berkeliaran.”Kami takut pak diseruduk. Kami minta pemprov dan pemkot turun tangan mengatasi,”singkat Maryam. (jun)

