MAKASSAR, BKM — Kompetisi Marine Innovation Festival Indonesia (Marinesia 2022) telah berlangsung. Pelaksanaannya di Kampus Teknik Universitas Hasanuddin (Unhas) Kabupaten Gowa. Berbagai peserta dari seluruh kampus se-Indonesia berkompetisi dan memperebutkan hadiah jutaan rupiah.
Dalam kegiatan ini, Himpunan Mahasiswa Sistem Perkapalan Fakultas Teknik (HMSP FT) Unhas merancang konsep acara yang menarik, dengan mengadakan kompetisi Desain Inovasi Kapal Ikan yang racenya diikuti masing-masing kapal dari tim peserta.
Race kapal ini dilaksanakan di Waduk Kampus Teknik Unhas, yang memiliki diameter kolam 20 meter dengan kedalaman 4-5 meter. Bertindak selaku juri dalam lomba ini, yakni Guru Besar Teknik Perkapalan Unhas Prof Daeng Paroka,ST.,MT., Ph.D, dengan didampingi beberapa mahasiswa dan asisten dosen jurusan.
Juri menilai dari segi inovasi apa yang dikembangkan dari kapal ikan tersebut. Jenis kapal ikan yang diperlombakan berupa purse sein atau pukat cincin.
Dalam ajang ini, para peserta mengembangkan teknologi baru pada kapal mereka. Salah satunya yaitu dengan penggunaan energi terbarukan tenaga matahari dan juga pengembangan palka ikan portable.
Race ini diikuti oleh seluruh tim dari cabang lomba inovasi desain kapal ikan. Antusiasme dari pengunjung yang datang menonton langsung ke waduk cukup besar, hingga hampir memenuhi tepian waduk. Seluruh tim yang mempersiapkan seluruh peralatan penunjang, seperti baterai, perkakas mesin kapal, hingga perangkat penunjang kebutuhan listrik kapal.
Penanggung Jawab Race sekaligus Panitia Marinesia 2022 Rachmat Zakariya Ilyas, mengatakan bahwa setiap kapal milik peserta tim ini sudah dirakit di kampus mereka masing-masing. Setelah itu menjelang ajang perlombaan hingga tiba di makassar, semuanya sudah dalam bentuk prototype kapal yang sudah dilengkapi dengan keperluan mesin, listrik, dan remote controlnya.
“Jadi di waduk itu kami buatkan lintasan dari bola pelampung, Kapal para peserta saling beradu untuk melewati lintasan tersebut tanpa menyentuh pembatasnya, apabila terkena maka akan dikenai penalty atau pengurangan poin. Sehingga kami tidak menilai siapa yang paling cepat sampai ke garis finish. Tetapi bagaimana cara kapal mereka bisa bergerak dengan baik melalui lintasan tersebut,” ujarnya.
Seperti halnya kompetisi lain, kegiatan ini ditutup dengan foto bersama dari tim beserta kapal mereka yang telah diperlombakan. Penyelenggaraan kompetisi ini diharapkan mampu menjadi sarana untuk menuangkan inovasi dan mengembangkan kreativitas mahasiswa dalam hal merancang sebuah kapal, khususnya kapal ikan, serta diharapkan mampu mengatasi persoalan nelayan di Indonesia. (rls)

