MAKASSAR, BKM — Era digital sudah menjadi keniscayaan bagi semua bidang pekerjaan, termasuk di bidang pendidikan. Apalagi di masa pandemi covid-19, sistem pendidikan dan pembelajaran telah mengedepankan pemanfaatan informasi dan teknologi (IT). Hampir semua manajemen suatu bidang pekerjaan mesti terkoneksi internet dengan sistem pelayanan berbasis online.
Demikian halnya di kalangan tenaga pendidikan (tendik) Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) di Kabupaten Majene yang sudah beralih menggunakan IT berbasis online dalam pengelolaan sistem pendidikan dan pembelajaran serta administrasi. Salah satu sistem administrasi adalah Data Pokok Pendidikan (Dapodik).
Dapodik adalah sistem pendataan skala nasional yang terpadu dan merupakan sumber data utama pendidikan nasional. Namun, fakta di lapangan menunjukkan bahwa masih banyak operator Dapodik PAUD di Kabupaten Majene belum memiliki kompetensi yang memadai.

Padahal, seorang tendik yang diserahi tugas operator Dapodik harus terampil menggunakan IT agar data yang diinput tetap benar. Permasalahan penguasaan IT di kalangan operator Dapodik PAUD di Kabupaten Majene perlu solusi pemecahan.
Rektor Universitas Negeri Makassar (UNM), Prof.Dr.Ir. H. Husain Syam, M.TP.,IPU., Asean Eng. berpesan kepada para pengabdi LP2M dan PPs UNM untuk datang dan hadir di Kabupaten Majene guna memberi solusi bagi masyarakat dalam mengatasi kelemahannya. Karena itu, Tim PKM PPs UNM yang dipimpin Prof.Dr. Syamsu A. Kamaruddin,M.Si. menggelar Pelatihan Records Management bagi Operator Dapodik Tingkat PAUD, pada Sabtu, 28 Mei 2022, di Aula Kantor Dinas Pendidikan dan Pemuda Olahraga.
Guru Besar Sosiologi Pendidikan FIP UNM itu memaparkan bahwa records management atau manajemen arsip berbasis online penting dilatihkan kepada semua operator Dapodik, termasuk di tingkat PAUD. Hal ini merupakan tuntutan, karena sistem penginputan Dapodik di tingkat nasional juga telah menerapkan digitalisasi. Dengan demikian, operator Dapodik PAUD se-Kabupaten Majene harus membelkli diri dengan kompetensi dan penguasaan IT.

Prof. Syamsu A Kamaruddin yang juga Ketua Prodi S-3 Ilmu Sosiologi PPs UNM memberi tips manajemen arsip berbasis online. ”Susun catatan secara sistematis, hindari pemakaian drive pribadi untuk arsip sekolah, gunakan nama dokumen elektronik secara konsisten, tetapkan jadwal retensi dan jadwal pembuangan, hapus duplikat dan berkas usang ketika sudah lama tidak dibutuhkan,” jelasnya.
Kepala Dinas Pendidikan dan Pemuda Olahraga, H.M. Mithar, S.Pd., M.Pd. dalam sambutan penutupan, menyatakan bahwa kegiatan pelatihan ini sangat bermanfaat. Karena selama ini belum pernah ada program pelatihan Records Management yang dilatihkan kepada tendik di Kabupaten Majene. Mahasiswa Prodi S-3 Ilmu Sosiologi PPs UNM itu berharap kepada peserta nantinya dapat mengimbaskan keterampilannya kepada tendik lainnya.
Peserta pelatihan sangat antusias dan bersemangat dalam mengikuti kegiatan. Mereka sangat berharap agar kegiatan pelatihan seperti ini diadakan kembali pada waktu lain. Metode pelatihan, selain ceramah, juga diberi latihan dan penugasan. Meski pertemuan secara luring berlangsung singkat, pemateri tetap membuka ruang jika peserta ingin berkonsultasi dengan menggunakan media sosial. (rls)

