pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken
pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken

DP2KB Gelar Rakerda Masalah Stunting

MALILI, BKM — Sekkab Luwu Timur, H. Bahri Suli, meminta agar permasalahan stunting ditangani secara serius, karena kekerdilan anak bukan hanya terkait masalah gagal tumbuh secara fisik, tetapi lebih dari itu. Stunting dapat mematikan masa depan seorang anak, bahkan sebelum tumbuh dewasa karena stunting mengindikasi kemampuan kognitif anak.

“Saya menaruh harapan yang besar kepada setiap pihak yang terkait untuk mewujudkan tujuan yang mulia dalam menyukseskan program Bangga Kencana dan percepatan penurunan stunting. Dan saya mengajak semua unsur yang hadir pada rakerda ini untuk memberikan sumbangsih pemikiran saran dan pokok pikiran serta rencana kerja yang sistimatik untuk dapat dijadikan acuan dalam mendukung pelaksanaan dan keberhasilan Bangga Kencana di masa yang akan datang,” harap Sekda Lutim, H. Bahri Suli, saat membuka Rapat Kerja Daerah (Rakerda) Dinas Pengendalian Pendudukan dan Keluarga Berencana (DP2KB) tingkat Kabupaten Luwu Timur Tahun 2022, di Aula Dinas Pendidikan dan Kebudayaan baru-baru ini.

Bahri juga mengapresiasi segenap pengelola program Bangga Kencana bersama Mitra Kerja serta unsur masyarakat yang telah berkontribusi dalam memajukan program pembangunan keluarga kependudukan dan keluarga berencana (Bangga Kencana) di Kabupaten Luwu Timur.

“Peran Dinas P2KB sebagai aktor sentral dalam membangun ketahanan keluarga secara utuh, harus kembali ditumbuhkan dalam rakerda ini. Keberhasilan program KB pada masa lalu yang diakui dunia adalah salah satu contoh nyata dari peran strategis program Bangga Kencana yang dilakukan oleh BKKBN dalam tatanan pengembangan baik ditingkat pusat, provinsi maupun kabupaten/kota,“ tandasnya.
Koordinator Bidang KB Sulsel ini mengucapkan terima kasih kepada Bupati Luwu Timur dan jajarannya yang memiliki komitmen tinggi dalam mendukung penyelenggaraan Program Bangga Kencana sebagai program prioritas daerah.

“Untuk percepatan penurunan Stunting, Kabupaten Luwu Timur berada pada urutan ke tiga terendah di Sulsel setelah Kota Makassar, Kabupaten Luwu Utara dan kabupaten Luwu Timur yaitu diangka 19.9 persen,” ungkap dr Ihsan.
Sementara Kepala Dinas P2KB Lutim, Hj. Puspawati Husler dalam laporannya mengatakan tujuan Rakerda ini adalah untuk meningkatkan komitmen dan peran serta pemerintah daerah, mitra kerja dan stakeholder terkait dalam mendukung program Pembangunan Keluarga Kependudukan dan Keluarga Berencana serta Percepatan Penurunan Stunting.




×


DP2KB Gelar Rakerda Masalah Stunting

Bagikan artikel ini melalui

atau copy link