pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken
pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken

15 Orang Masih Dicari, Tiga Jenazah Teridentifikasi

Pencarian Korban Tenggelamnya KM Ladang Pertiwi 2 Diperluas

MAKASSAR, BKM — Hingga hari ke-10 pascatenggelamnya Kapal Motor (KM) Ladang Pertiwi 2 di Selat Makassar, pencarian para korban masih terus dilakukan. Bahkan, operasi diperluas hingga 45 nautical miles (NM) guna mencari 15 korban yang belum ditemukan.
Kapal nahas dengan manifes 50 orang berlayar dari Pelabuhan Paotere menuju ke Kabupaten Pangkep, Kamis (26/5) lalu. Kapal kemudian dilaporkan hilang kontak dan belakangan dipastikan tenggelam di Selat Makassar, sekitar perairan antara Pulau Pammantauang dengan Kalukuang Massalima di Kecamatan Kalmas, Kabupaten Pangkep,

Gubernur Sulawesi Selatan Andi Sudirman Sulaiman menegaskan, hingga saat ini petugas gabungan diterjunkan untuk melakukan pencarian terhadap penumpang lainnya. Tim tersebut dari Pemprov Sulsel, kabupaten/kota, TNI AU, TNI AL, Polri, Basarnas serta dibantu oleh nelayan yang melintas di perairan.

“Kita masih melakukan pencarian. Beberapa pulau kita deteksi dan kapal nelayan juga di sekitarnya kita pantau ada banyak. Kita juga bergerak untuk membantu. Kita bergotong royong, bersama TNI AU, TNI AL, Polri, Basarnas, BPBD, serta dibantu kapal nelayan. Mudah-mudahan sinergi bersama ini ada hasil lebih memuaskan,” tuturnya, Sabtu (4/6).

Hingga kemarin, 35 korban telah ditemukan oleh Tim SAR gabungan. Empat orang di antaranya ditemukan meninggal dunia.
Kepala Basarnas Makassar Djunaidi, mengatakan proses pencarian korban KM Ladang Pertiwi telah diperluas menjadi 45 NM.

“Diperluas hari ini sampai 45 nautical mile (sebelumnya 40 nautical mile),” kata Djunaidi, Sabtu (4/6).

Ia mengungkapkan, pencarian oleh tim SAR gabungan juga dimaksimalkan. Termasuk oleh sejumlah nelayan dari Kabupaten Pangkep ikut membantu pencarian korban.

Berita Terkait:

“Kalau orang mencari itu kan terkait luas wilayah dan semangat memperluas pencarian, alur tetap tidak diubah, semua. Bahkan ditambah dari kepala desa membantu kegiatan ini. Ada nelayan di atas kapal membantu pencarian,” kata Djunaidi.

Menurutnya, pencarian yang melibatkan nelayan cukup efektif. Sejumlah korban juga cukup banyak yang ditemukan oleh mereka yang merupakan bagian dari tim SAR gabungan.

“Jadi semua punya arti masing-masing. Semua ikut bagian dari tim SAR (gabungan),” tutur Djunaidi.

Sementara itu, tim Disaster Victim Identification (DVI) Polda Sulsel telah berhasil mengidentifikasi empat jenazah korban KM Ladang Pertiwi 2 yang sebelumnya ditemukan dengan kondisi wajah susah dikenali. Yang terbaru, menurut Kabid Dokkes Polda Sulsel Kombes Pol dr Yusuf Mawardi, jenazah teridentifikasi berjenis kelamin perempuan.

Korban bernama Rahama. Dia merupakan warga Pulau Tabalikang, Desa Sabalu, Kecamatan Kalukuangmasalima, Kabapaten Pangkep, Sulsel. Jenazahnya teridentifikasi melalui data antemortem dan post mortem.

Yusuf mengungkapkan, berdasarkan data primer dari gigi gerigi korban dan 12 sidik jari yang ditemukan oleh tim Inafis Polda Sulsel, korban Rahama diperkirakan berusia 70-75 tahun.

“Jadi almarhum (Rahama) teridentifikasi yang pertama dari gigi gerigi dan dari sidik jari. Kalau yang sekunder dari propertinya,” jelasnya.

Sebelumnya, untuk jenazah lainnya bernama Asni diidentifikasi melalui identitas yang dikantongi ketika ditemukan oleh tim SAR. Korban diketahui berusia 40 tahun.

“Primer dari identitasnya (bahan identifikasi korban),” terangnya.

Jenazah pertama yang teridentifikasi bernama Sitti Hajrah. Korban ditemukan pada hari kelima pencarian, Rabu (1/6).

Selanjutnya jenazah lainnya yang teridentifikasi bernama Rahama. Korban ditemukan pada hari keenam pencarian, Kamis (2/6) bersama satu jenazah lainnya yang masih belum teridentifikasi.

Kemudian jenazah bernama Asni berhasil diidentifikasi. Korban ditemukan pada hari ketujuh pencarian, Jumat (3/6).

Yusuf menyampaikan, jenazah keempat belum teridentifikasi karena tidak memiliki kesamaan data antemortem dan post mortem yang dikantongi oleh tim DVI.

“Setelah kami lakukan identifikasi belum ada yang matching dengan data-data ante mortem yang kami terima. Jadi kami masih mendalami data ante mortem kami,” jelasnya.

Penumpang yang ditemukan dalam kondisi selamat oleh TB Max 05 pada Sabtu (28/5) sebanyak sembilan orang. Masing-masing Abdullah (35), Saharuddin (64), Muslimin (49), Ahmad Sofi Ramadani (14), Irwan (36), Fatima (60), Nasaranti( 30), Nurhasanah (38), dan Sarifa (20).

Sedangkan yang dievakuasi  TB Cipta 2002 di hari yang sama, yaitu Aco marinding (32)
.
Sementara yang dievakuasi TB Sabang ke Banjarmasin pada hari itu juga dan tiba di Banjarmasin, Kalimantan Selatan, yakni Thoibatussibhan (21), M Rahman(17), Syamsir(41), Rahmatullah(28), Hj Bidarapi (61), Husni( 40), serta Moh Hidayatullah(19)
.

Untuk penumpang yang dievakuasi oleh kapal kargo Vier  diintercept oleh KRI SHN-366 di Kota Baru pada hari
Minggu (29/5), yakni Nur Hasanah (34), Misbahul Hasan (9), Suparman (49), serta Damra (35).

Selain itu, ada juga korban selamat dievakuasi oleh kapal nelayan yang melintas. Penumpang tersebut dibawa ke pulau Pammantauang, Senin (30/5). Penumpang tersebut adalah Musliang (50), Mahfud (35), Hilal (41), Supriadi (40), Rahmat (30), Khalilul Rahman. S.pd.(28), Panji (32), Rahmawati (40), Rafa (l7), dan Rafi (5).

Kapolsek Kalmas AKP Muhammad Rusli yang dihubungi, menyatakan secara keseluruhan penumpang yang berhasil diselamatkan sebanyak 31 orang, dengan rincian 19 laki-laki dan 12 perempuan.

Dari upaya pencarian yang dilakukan Basarnas bersama tim gabungan, korban meninggal dunia sebanyak 4 orang yaitu Hj Hajrah (73), Asni (48), Rahama, serta seorang pria yang belum diindentifikasi.
“Dari korban yang ditemukan meninggal dunia sebanyak tiga perempuan dan satu laki-laki,” ujar Rusli.

Sementara 15 penumpang yang masih dalam pencarian, yaitu Ardi, Nurfaidah, Nurlina, Ilmi, Hawariah, Musdalifah, Riska, Wulandari, Ernawati, Musdalifah, Dahamal, Masdiana, Nurliah, Salfiah, Nenek Ipo, Rini, dan Rahmi. (jun-udi/c)




×


15 Orang Masih Dicari, Tiga Jenazah Teridentifikasi

Bagikan artikel ini melalui

atau copy link