MAKALE, BKM — Kasus gantung diri kembali terjadi di Saruran, Kelurahan Ariang, Makale, Tana Toraja, Selasa (5/7). Korbannya seorang petani SS (49) sekitar pukul 08.00 Wita. Selama ini korban menderita penyakit komplikasi tipes dan malaria.
Personel piket Polsek Makale bersama piket fungsi Polres Tator dipimpin Aiptu Amiruddin langsung mendatangi tempat kejadian perkara (TKP) yang mengakibatkan korban meninggal dunia.
Sebelum kejadian saksi mata Simon Panggala sekira pukul 06.00 wita, bangun tidur dan minum kopi. Kemudian berangkat ke kebun di samping rumah mengambil tunas pisang untuk direbus obat tradisional diberikan kepada korban sudah lama mengidap penyakit tipes dan malaria.
Setelah Simon kembali ke rumah, korban sudah tidak ada ditempat. Korban dicari kedalam bangunan bekas warung yang tak jauh dari rumah. Begitu kaget dan panik setelah menemukan korban sudah tergatung gumakan seutas tali nilon warna biru sepanjang 4,15 meter melilit bagian leher yang di ikat pada balok rumah.
Simon tidak kuat menahan sedih dan menangis histeri dan berteriak memanggil anak Korban Jeri Kala’Lembang (18) dan langsung menurunkan korban dengan harapan nyawa korban masih bisa di selamatkan. Nahas pasca diturunkan dari gantungan korban sudah terbujur kaku dan tidak bernyawa.
Tim identifikasi Polres Tana Toraja bersama tim dokter Puskesmas Makale, dan piket fungsi, serta personel jaga Polsek Makale melakukan identifikasi terhadap korban, mengumpulkan data dan keterangan saksi.
Humas Polres Tana Toraja, AKP Daud Masangka, membenarkan kejadian tersebut. Keluarga korban menerima kenyataan dan tidak bersedia dilakukan otopsi, dan jenazah korban sudah disemayamkan di rumah duka. (gus/C)

