MAKASSAR, BKM — Tim Verifikator Kota Layak Anak (KLA) melakukan verifikasi di Kota Makassar, Rabu (6/7). Verifikator melakukan tanya jawab dengan sejumlah OPD terkait untuk mengetahui apakah memang punya komitmen untuk mesupport Kota Layak Anak di Kota Anging Mammiri.
Asisten Deputi Pemenuhan Hak Anak Atas Pengasuhan dan Lingkungan Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Anak (PPA), Rohika Kurniadi Sari, menjelaskan, ada 24 indikator yang menjadi penilaian Kota Layak Anak.
Dia mengatakan, masih banyak pekerjaan rumah yang harus dilakukan Makassar untuk menjadi Kota Layak Anak. Semua stakeholder harus bertanggung jawab untuk melakukan pembenahan.
Ada sejumlah persoalan yang menjadi sorotan verifikator di kota Makassar. Salah satu diantara, masih sedikit puskesmas yang dikategorikan ramah anak. Dari 47 puskesmas yang ada, baru delapan yang dikategorikan ramah anak.
“Memang cukup banyak yang harus dibangun. Semua fasilitas harus dipastikan ramah anak. Itu jadi hal penting untuk menjamin pemenuhan hak anak,” ungkap Rohika.
Lebih jauh dikemukakan, sudah banyak praktik baik yang telah dilakukan di Makassar. Yang masih kurang adalah sistem yang dibangun mulai dari tahapan perencanaan sampai monitor evaluasi.
“Itu menjadi catatan penting yang kami verifikasi,” tambahnya.
Dia melihat integrasi sarana dan prasarana yang berbasis lorong menjadi catatan penting pihak verifikator karena pembangunan KLA bisa diinterpretasikan dalam program wali kota.
“Termasuk tadi dijelaskan melalui pendekatan 50 lorong wisata. Ini saya rasa cukup efektif untuk mengoptimalkan klaster-klaster yang menjadi indikator KLA,” tambahnya.
Sementara itu Sekretaris Daerah Kota Makassar, Muh Anshar mengakui, selama dua tahun terakhir nilai atau predikat KLA Makassar mengalami penurunan.
“Dari hasil diskusi dengan tim verifikator, kekurangan yang ada akan dibarengi dengan rencana strategis untuk menjawab tantangan seperti apa yang harus dibenahi untuk menjadikan Makassar sebagai Kota Layak Anak,” jelas Anshar.
Dia mengatakan Pemkot Makassar sangat terbuka untuk menerima masukan tim dari pusat.
“Silahkan sampaikan, pasti ada kekurangan. Tapi Insyaallah Makassar terkenal bergerak cepat kalau ada sesuatu,” tambahnya.
Berdasarkan data dari Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan anak, nilai kecamatan Layak Anak pada tahun 2021 lalu diantaranya Kecamatan Wajo 2345 poin,Ujung Tanah 4830, Sangkarrang 1995, Bontoala 2300.
Kecamatan Tallo 3425, Ujung pandang 1850, Tamalate 3250, Mariso 1425, Panakkukang 1500, Rappocini 2785, Manggala 2350, Tamalanrea 2990, Biringkanaya 4975, Mamajang 1275, dan Kecamatan Makassar 3435 poin. (rhm)

